KKP Amankan 2 Kapal Ikan Usai Langgar Aturan Alat Penangkap Ikan

Direktur Jendral PSDKP, Pung Nugroho Saksono
Sumber :
  • Sherly/viva

Banten VIVA - Sebanyak dua unit kapal ikan, yang merupakan pelaku illegal fishing diamankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

img_title Dukung Kelancaran Pasokan Logistik Nasional, Kapal SPOB Amrta Lima 2 Resmi Beroperasi

Di mana, para pelaku melakukan modifikasi dengan mengecilkan mesh size bagian kantong yaitu 1,5 inchi dari seharusnya yaitu lebih dari 2 inchi.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono mengatakan, dua kapal itu melanggar aturan alat penangkap ikan ilegal di WPPNRI 718, Laut Aru.

img_title 2 Juta Kosmetik Asal Cina Bernilai Rp27,6 Miliar Disita BPOM

"Sebelumnya kedua kapal tersebut diduga sempat ramai diberitakan di media sosial, sebab kehadirannya memicu konflik di laut dengan para nelayan. Disana, kami tindak lanjuti bentuk komitmen kami hadir di laut untuk melindungi nelayan yang patuh dan menindak tegas bagi kapal-kapal yang melanggar. Hasilnya, memang dua kapal itu melakukan pelanggaran," katanya, Jumat, 31 Januari 2025.

Kedua kapal yang berinisial KM. K 109 berbobot 236 GT dan KM. MAJ 21 dengan bobot 250 GT, ditangkap oleh kapal Pengawas Hiu Macan 06 yang sedang beroperasi di Laut Aru, WPPNRI 718.

img_title Pesan Kapal Asal Jepang, CPN Bakal Angkut Bahan Kimia Asal Cilegon ke Luar Negeri

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, kapal-kapal tersebut memiliki izin dengan alat tangkap Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB).

Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ikan tersebut bukan kapal ikan asing Taiwan yang seperti diberitakan, tapi kapal Ikan Indonesia buatan luar negeri dan memiliki perizinan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang diterbitkan oleh KKP bernomor 33.24.0001.114.67968 dan 33.24.0001.114.67967.

"Kita lakukan pemeriksaan terhadap alat tangkap. Alat tangkap Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB)/pukat udang, namun dalam praktek penangkapan dan operasionalnya kapal tersebut tidak menggunakan Turtle Excluder Device (TED) dan tidak menggunakan pemberat," ujarnya.

Ditambah, mata jaringnya lebih kecil dari ketentuan yang seharusnya lebih dari 2 inchi namun ditemukan hanya 1,5 inchi. Sehingga, dilanjutkan dengan pemeriksaan ikan hasil tangkapan, terbukti ikan yang ditangkap lebih banyak dari pada udang yang menjadi tangkapan utama, yang mana kapal tersebut berubah fungsi menjadi kapal pukat ikan yang seharusnya Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB)/pukat udang.

"Kapal-kapal tersebut memiliki izin dengan alat tangkap Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB), modus mereka melakukan modifikasi dengan mengecilkan mesh size bagian kantong yaitu 1,5 inchi dari seharusnya yaitu lebih dari 2 inchi," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title