PN Cikarang Diminta Objektif Tangani Perkara Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Terdakwa Setyawan

Ilustrasi sidang
Sumber :

Banten.viva.co.id –Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Cikarang diminta obyektif menangani perkara Setyawan Priyambodo alias Bimo.

img_title Korupsi Anggaran Pengelolaan Sampah Tangsel, eks Kadis LH Divonis 7 Tahun Penjara : Sempat Dituntut 12 Tahun

Dimana pengirim kasus dugaan penipuan dan pemalsuan dengan pelapor istri terdakwa sendiri Bernama Krisnawati.

Kuasa hukum Bimo, Anwar Sadat Lubis dari Citra Hukum dan Keadilan menyatakan selayakna majelis hakim menyatakan tujuan. 

img_title Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Asusila di Serang Ajukan Banding, Sebut Ada Kekeliruan Fatal dalam Putusan Hakim

Karena kasus tersebut secara logika dan akal sehat sangat tidak sesuai, mengingat pelapor dan penipu adalah suami istri.

Sementara pelapor sendiri jauh sebelum menikah dengan ketidakkejujuran sudah mengetahui kalo Bimo telah memiliki istri yang sah.

img_title Semarak Kemerdekaan RI ke 80 Ala Peradi Jakarta Barat

"Mana ada istri jadi korban penipuan suami sendiri, sementara keduanya (terdakwa dan pelapor) sudah menikah secara sah," jelas Anwar saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa 4 Juni 2024. 

Anwar pun bercerita mengenai asal muasal kliennya yang isinya melakukan penipuan hingga berakhir dilaporkan dan ditahan pihak berwajib.

“Awalnya adalah pada saat ibadah haji tidak sengaja Pak Bimo bertemu Krisnawati (pelapor),” ujarnya. 

“Kepada Pak Bimo, pelapor menyampaikan, bahwa tidak ada yang bisa dicapai di dunia ini kecuali saya memiliki Bimo seutuhnya,” ungkap Anwar menirukan pembicaraan Bimo.

Diungkapkan Anwar, pernyataan tersebut disampaikan oleh korban sebanyak dua kali berturut-turut kepada kliennya, Bimo. 

“Namun Pak Bimo menolak, sehingga proses haji belum selesai dia (pelapor) sudah pulang sendiri, tidak mengikuti jadwal perjalanan yang ditentukan,” tuturnya.

Perseteruan antara Bimo dengan Krisnawati ternyata tak habis di situ. Sepulang dari ibadah haji, Bimo kemudian dipaksa oleh pelapor untuk pergi ke Bali. Pelapor meminta Bimo untuk memulai proyek vila di Ubud, Bali.

“Pak Bimo datang, selama dua hari di proyek, dirayu (pelapor) untuk mengendalikan proyek vila di Ubud, namun Pak Bimo menolaknya,” ujar Anwar.

Kemudian pada Agustus 2023, Bimo juga telah menyiapkan tiket pesawat untuk persiapan acara 17 Agustus di Natuna. Namun, Bimo tidak hadir.

“Anehnya, setelah tidak hadir, klien saya, Pak Bimo malah melapor ke Polda Metro Jaya,” sesal Anwar.

Adapun Bimo dilaporkan oleh Krisnawati atas dugaan penipuan dan pemalsuan akta autentik. Bimo melakukan tindak pidana tersebut sejak bulan Agustus tahun 2021 silam.

Halaman Selanjutnya
img_title