Tujuh Sahabat Berpengaruh dalam Hijrah Rasulullah SAW
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah memberikan pelajaran berharga untuk kita seputar kolaborasi dan pembagian peran. Hijrah bukan hanya petunjuk wahyu, akan tetapi juga membangun strategi dengan melibatkan pikiran dan Tenaha manusia.
Keberhasilan hijrah tidak terlepas dari peran kolaboratif para sahabat yang dengan penuh keimanan, keberanian, dan pengorbanan membantu Rasulullah SAW Ada tujuh tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam mendukung dan menyukseskan hijrah.
Tokoh pertama adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia merupakan sahabat terdekat Rasulullah SAW yang mendapat kehormatan menemani beliau selama perjalanan hijrah menuju Madinah. Ketika kaum Quraisy berusaha menangkap Rasulullah SAW, Abu Bakar mendampingi beliau bersembunyi di Gua Tsur selama beberapa hari.
Ia juga menyiapkan berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk kendaraan dan bekal. Kesetiaan serta keberaniannya menjadi bukti kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah SAW dan perjuangan Islam.
Tokoh kedua adalah Ali bin Abi Thalib. Perannya dalam hijrah sangat penting dan penuh risiko. Pada malam ketika kaum Quraisy mengepung rumah Rasulullah SAW dengan niat membunuh beliau, Ali rela tidur di tempat tidur Rasulullah SAW untuk mengelabui para pengepung. Tindakan tersebut mempertaruhkan nyawanya sendiri demi keselamatan Nabi.
Setelah Rasulullah SAW berhasil meninggalkan Makkah, Ali juga menyelesaikan amanah dengan mengembalikan barang-barang titipan masyarakat yang sebelumnya dipercayakan kepada Rasulullah SAW.
Tokoh ketiga adalah Abdullah bin Abu Bakar. Dalam berbagai riwayat sejarah, ia berperan sebagai pengumpul informasi selama masa persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur.
Pada siang hari, Abdurrahman membaur dengan masyarakat Makkah untuk mengetahui berbagai rencana dan pembicaraan kaum Quraisy. Pada malam hari, ia menyampaikan informasi tersebut kepada Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Peran ini sangat membantu dalam menentukan langkah yang aman selama proses hijrah.
Tokoh keempat adalah Mushab bin Umair. Jauh sebelum hijrah berlangsung, ia telah berperan mempersiapkan Madinah sebagai tempat berkembangnya Islam. Setelah Baiat Aqabah pertama, Rasulullah SAW mengutus Mushab ke Yatsrib untuk mengajarkan Al-Qur’an dan ajaran Islam kepada penduduk setempat.