Tujuh Sahabat Berpengaruh dalam Hijrah Rasulullah SAW
- Taufik Hidayat/Viva Banten
Dengan kebijaksanaan dan kemampuan berdakwah yang luar biasa, Mushab berhasil mengajak banyak tokoh berpengaruh Madinah memeluk Islam. Keberhasilannya membuat Madinah menjadi lingkungan yang siap menerima kedatangan Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin.
Tokoh kelima adalah Asma binti Abu Bakar. Putri Abu Bakar ini memiliki jasa besar dalam penyediaan logistik selama masa persembunyian di Gua Tsur. Ia secara diam-diam mengantarkan makanan dan kebutuhan lainnya kepada Rasulullah SAW dan ayahnya.
Ketika tidak menemukan tali untuk mengikat bekal, Asma membelah ikat pinggangnya menjadi dua bagian. Karena peristiwa itu, ia mendapat julukan Dzatun Nithaqain atau pemilik dua ikat pinggang. Keberaniannya menunjukkan besarnya pengorbanan perempuan Muslim dalam perjuangan Islam.
Tokoh keenam adalah Amir bin Fuhairah, seorang sahabat yang dahulu merupakan budak Abu Bakar. Ia membantu menyamarkan jejak perjalanan Rasulullah SAW dan Abu Bakar dengan menggembalakan kambing di jalur yang dilalui para pembawa informasi dan bekal. Selain itu, susu dari ternaknya menjadi tambahan makanan selama masa persembunyian. Peran yang tampak sederhana ini sangat penting dalam menjaga kerahasiaan lokasi Rasulullah SAW.
Tokoh ketujuh adalah Abdullah bin Uraiqith. Meskipun saat itu belum memeluk Islam, ia dikenal sebagai penunjuk jalan yang jujur dan terpercaya. Rasulullah SAW dan Abu Bakar menyewanya untuk memandu perjalanan menuju Madinah melalui jalur yang jarang digunakan.
Keahliannya mengenal rute-rute padang pasir membantu rombongan hijrah menghindari kejaran kaum Quraisy dan mencapai tujuan dengan selamat.
Kisah ketujuh tokoh tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan hijrah Rasulullah SAW merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Dari mereka, umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya keberanian, kesetiaan, amanah, kecerdasan, dan pengorbanan dalam menegakkan kebenaran. Hijrah menjadi bukti bahwa perjuangan besar akan berhasil ketika dilakukan dengan keimanan yang kuat dan dukungan dari orang-orang yang tulus berjuang di jalan Allah SWT.
*) Opini ini ditulis oleh Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A, Rektor UIN SMH Banten.
**) Segala bentuk tanggungjawab atas tulisan tersebut adalah mutlak dari penulis bukan dari Redaksi Viva Banten.