Perempuan Hebat di Banten, Kumpulkan Ratusan Kilogram Sampah Dalam 1 Jam di Sekitar KP3B
- Sherly/viva
VivaBanten – Ratusan peserta lari dari kalangan perempuan ikut mengkampanyekan cinta lingkungan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada Minggu pagi, 07 Juni 2026.
Berpakaian serba putih hingga merah muda, peserta lari wajib membawa tumbler atau tempat minum sendiri, agar tidak ada sampah plastik yang mengotori lingkungan.
Kegiatan fun run dan plogging itu diinisiasi oleh komunitas Rangers For Clean (RFC) dan Noesantara Waste Solution (NWS) untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Selain masih adanya isu ketimpangan gender dan meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan, kami juga melihat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia," ujar Doni Phasa, Managing Program RFC, ditulis Selasa, 09 Juni 2026.
Pria yang juga penginisiasi program Perempuan Masa Kini menjelaskan bahwa, tema tersebut dipilih karena perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial dan lingkungan.
Sebagai bentuk nyata terhadap tema yang diusung, seluruh rangkaian kegiatan menerapkan konsep Event Waste Management (EWM) yang dikembangkan oleh RFC dan NWS.
Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah dilakukan secara terstruktur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada prinsip Zero Waste to Landfill, sehingga sampah yang dihasilkan tidak berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir.
Perempuan Hebat Banten Ikuti Fun Run dan Plogging di KP3B.
- Istimewa
"Karena itu, kami ingin menghadirkan sosok perempuan masa kini yang tidak hanya berdaya, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan mampu menanamkan nilai keberlanjutan kepada generasi berikutnya," terangnya.
Kehadiran 263 peserta lari yang diisi oleh perempuan dari berbagai latar belakang, ingin menghadirkan ruang nyaman dan aman bagi mereka berkegiatan di luar ruangan.
Dimana, masih banyak ditemukan kasus kekerasan dan ketimpangan gender bagi perempuan.
Dalam kegiatan tersebut, berhasil terkumpul 183,45 kilogram sampah yang terdiri dari 112,3 kilogram sampah anorganik, 54,7 kilogram organik, 15,25 kilogram sampah residu, serta 1,2 kilogram puntung rokok yang ditemukan tersebar di sejumlah titik kawasan publik.