Keseruan Penyambutan Santri, Ponpes Raudhatul Quran Buka Program Camp Tahfidz
- Doni/VivaBanten
VivaBanten – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Raudhatul Qur’an mulai merima santri melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun 2025. Untuk memperkenalkan program, pesantren menggelar Camp Tahfidz yang terbuka untuk semua kalangan usia.
"Kami membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dalam program tahfidz unggulan dengan suasana pesantren yang nyaman, disiplin, dan penuh cinta Al-Qur’an," ujar pendiri Pondok Pesantrem Raudhatul Qur'an, Ustazah Sahniar Saragi, kepada awak media, Selasa 17 Juni 2025.
Camp Tahfiz Raudhatul Qur’an dirancang sebagai wadah pembinaan intensif bagi siswa dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an, dengan cara mengkarantina santri maupun santriwati, dibawah bimbingan para ustadz dan ustadzah. Para peserta diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, baik dari segi hafalan, bacaan, maupun pengamalan.
"Program ini diikuti oleh puluhan siswa dari jenjang SMP dan SMA, yang telah terseleksi untuk mengikuti pembinaan selama beberapa hari. Mereka menjalani rutinitas harian yang disiplin, mulai dari tahsin, ziyadah (menambah hafalan), muroja’ah (mengulang hafalan), hingga setoran hafalan secara teratur," jelasnya.
Para peserta juga akan mengikuti kajian Islam, motivasi, outbond, latihan kepemimpinan hingga permainan edukatif untuk membentuk karakter santri dan santriwati.
Tujuan utama dari Camp Tahfiz ini adalah untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, memperkuat hafalan peserta secara signifikan, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berjiwa Qur’ani.
Peserta tidak hanya dilatih untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk menjadi generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Santri Ponpes Tahfidz Raudhatul Qur’an Sedang Mengaji
- Doni/VivaBanten
"Manfaat dari program ini sangat luas, tidak hanya dari sisi spiritual, namun juga secara emosional dan sosial. Para peserta menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki semangat belajar agama yang lebih tinggi. Kebersamaan yang terbangun selama camp juga melatih kemampuan bersosialisasi, kerja sama, dan empati antar sesama, menjadikan camp ini sebagai pengalaman yang berkesan dan membentuk karakter kuat," imbuhnya.
Sahniar berharap, dengan terselenggaranya Camp Tahfiz Raudhatul Qur’an, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Raudhatul Qur’an dalam mencetak generasi Qur’ani yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat. Hafizh bukan hanya sekadar status, tetapi menjadi jalan hidup dan sumber kekuatan bagi masa depan umat.