Skema Baru, Pencairan Subsidi BLT BBM 2025 Makin Dekat! Bahlil Pastikan Data Rampung 98 Persen

BLT BBM 2025
Sumber :

Banten.viva.co.idPemerintah kian mantap menggelar skema subsidi bahan bakar minyak (BBM) baru pada tahun 2025. 

img_title Mahasiswa Kritik Kualitas Pendidikan, Dindik Banten Diminta Bertanggung Jawab

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan data penerima sudah hampir rampung. 

Progres penyusunan data penerima bahkan mencapai 98 persen dan rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat. 

img_title Pemerintah Pusat Buka Peluang KEK di Kota Serang, BOPPJ Langsung Tinjau Kawasan Pantura Kasemen

Sejumlah pihak menilai, kebijakan ini akan menjadi terobosan besar agar subsidi BBM benar-benar menyasar golongan yang paling membutuhkan.

Bahlil menekankan perlunya menghindari tumpang tindih data penerima. 

img_title Harga BBM Tidak Naik, Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat Tidak Beli Berlebihan

Selama ini, informasi dari berbagai instansi cenderung berbeda-beda. 

Pertamina punya data tersendiri tentang pengguna BBM bersubsidi, PLN menyimpan catatan konsumsi listrik, sementara Kementerian Sosial memiliki basis data penerima bantuan lain. 

Kini, semua data itu disatukan di Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyusunan penerima subsidi lebih tepat. Menurut Bahlil, 

“Datanya jangan sampai tumpang tindih. Selama ini, data dari Kemensos, Pertamina, hingga PLN saling berbeda. Sekarang semua digabung lewat satu pintu di BPS," katanya. 

Ia juga menyebut upaya ini sudah dilakukan tiga kali perubahan data supaya hasilnya lebih akurat. 

“Kita tidak mau salah sasaran. Masa subsidi diberikan kepada pihak yang tak berhak,” ujarnya. 

Dengan progres 98 persen, pemerintah menargetkan skema baru bisa segera diumumkan.

Walau belum ada tanggal pasti, Bahlil menegaskan hal ini siap terlaksana tahun ini.

Berdasarkan pernyataan Bahlil, skema subsidi baru untuk BBM tidak akan jauh berbeda dari konsep yang pernah ia paparkan. 

Inti dari “skema blending” itu adalah penggabungan dua pendekatan yakni bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi langsung pada barang. 

Dalam sistem ini, sebagian warga akan menerima BLT BBM, sementara kelompok lain seperti angkutan umum atau ojek online (ojol) tetap mendapat BBM bersubsidi. 

Tujuannya agar bantuan lebih merata dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing kelompok.

Selama ini, subsidi BBM kerap dinikmati semua lapisan masyarakat, termasuk yang tergolong mampu. 

Padahal, maksud utama subsidi adalah membantu golongan berpenghasilan rendah. Dengan skema blending, pemerintah meyakini hanya mereka yang benar-benar membutuhkan yang akan mendapat dana tunai. 

Halaman Selanjutnya
img_title