Profil Kota Tangerang Tengah; Calon DOB Punya Potensi Ekonomi Menjanjikan!
- dok/VIVA BANTEN
VIVA BANTEN - Di tengah penantian dicabutnya moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebuah wacana pemekaran wilayah kembali mencuat di Provinsi Banten.
Adalah Kota Tangerang Tengah, sebuah entitas administratif potensial yang diharapkan dapat membawa angin segar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di bagian selatan Kabupaten Tangerang.
Gagasan pembentukan Kota Tangerang Tengah bukanlah narasi yang baru pertama kali dilontarkan. Jauh sebelum hiruk pikuk saat ini, pada tahun 2007, Bupati Tangerang kala itu, Ismet Iskandar (periode 2003-2013), telah memiliki visi untuk memekarkan wilayah yang dipimpinnya.
Usulan pembentukan Kota Tangerang Tengah, bersamaan dengan Kota Tangerang Utara, bahkan telah diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Namun, berbagai dinamika politik dan kebijakan kala itu membuat rencana ambisius ini belum dapat terealisasi.
Kini, lebih dari satu dekade berselang, wacana tersebut kembali menguat. Dorongan kali ini datang lebih masif dari akar rumput, terorganisir melalui Badan Koordinasi (Bakor) Pembentukan Kota Tangerang Tengah dan Presidium Badan Persiapan Pembentukan Kota Tangerang Tengah.
Peta Wilayah dan Calon Ibu Kota
Berdasarkan proposal yang saat ini bergulir, Kota Tangerang Tengah akan merangkul lima kecamatan strategis yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Kabupaten Tangerang bagian selatan.
Kelima kecamatan tersebut adalah Cisauk, Pagedangan, Legok, Kelapa Dua, Curug dan Panongan. Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar diemban oleh Kecamatan Curug, berdasarkan informasi dalam rancangan ini diproyeksikan menjadi ibu kota dari Kota Tangerang Tengah.
Secara geografis, wilayah calon DOB ini membentang seluas kurang lebih 160,38 kilometer persegi. Jika dibandingkan dengan luas total Kabupaten Tangerang yang mencapai 959,61 km², maka wilayah Kota Tangerang Tengah mencakup sekitar 16,71 persen dari keseluruhan area kabupaten.
Menariknya, luas wilayah calon kota baru ini bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan dua "saudaranya" yang telah lebih dulu berdiri, yakni Kota Tangerang (164,54 km²) dan Kota Tangerang Selatan (147,19 km²). Fakta ini menunjukkan potensi ruang pengembangan yang signifikan bagi Kota Tangerang Tengah di masa depan.