Siap-Siap Rekening Terisi, PKH dan BPNT Januari 2025 Dikabarkan Cair Lebih Cepat

PKH BPNT November Desember 2024
Sumber :

Banten.viva.co.idPemerintah kembali menyorot kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah dengan memprioritaskan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada awal tahun. 

img_title Jelang Aksi 27 Agustus di Jakarta, Polresta Tangerang Jaga Kawasan Perbankan

Kali ini, kabar beredar menyebut bahwa pencairan PKH dan BPNT Januari 2025 akan dilakukan lebih cepat daripada jadwal biasanya. 

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pun bersiap menyambut dana yang dapat meringankan beban biaya sehari-hari.

img_title MWCNU Kragilan Langsung Turun Bersihkan Gunungan Sampah, Singgung Krisis Pengelolaan Limbah di Kabupaten Serang

Perbedaan utama dalam penyaluran PKH dan BPNT tahun ini terletak pada sumber data penerima. 

Pemerintah beralih dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE). 

img_title Pemkot Pastikan Anak Tetap Bisa Masuk Sekolah Rakyat Meski Terkendala Desil, Koordinasi Khusus dengan Kemensos

DTSE disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan instansi lain, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), PLN, BPJS Kesehatan, dan lembaga pendukung. 

Tujuannya agar proses verifikasi penerima bantuan lebih ketat dan benar-benar tepat sasaran.

Beberapa tahun lalu, penyaluran PKH dan BPNT masih mengacu pada DTKS. 

Akibatnya, kerap muncul keluhan masyarakat tentang ketidakakuratan data. 

Misalnya, warga tidak mampu yang justru tidak terdaftar, atau sebaliknya. 

Dengan DTSE, pemerintah menilai data penerima akan lebih mutakhir karena mencakup aneka indikator sosial dan ekonomi. 

KPM yang memenuhi kriteria dipastikan masuk daftar penerima, sedangkan yang dianggap sudah sejahtera akan dicoret.

PKH dan BPNT merupakan bantuan sosial reguler yang diandalkan untuk menurunkan angka kemiskinan serta meningkatkan gizi masyarakat. 

PKH menyasar keluarga yang memiliki anggota rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, atau anak sekolah.

Sedangkan BPNT berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan dan biasa diberikan dalam bentuk saldo bulanan. 

Keduanya diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran harian, terutama di periode awal tahun ketika pengeluaran rumah tangga sering meningkat.

Menurut informasi yang beredar, sekitar 10 juta keluarga akan menjadi penerima PKH, sementara BPNT ditargetkan menjangkau 18,8 juta keluarga. 

Angka ini cukup besar, mengingat banyaknya kelompok rentan yang perlu dukungan pemerintah. 

Dengan pencairan lebih cepat, diharapkan KPM bisa segera memanfaatkan bantuan tersebut untuk biaya kesehatan, pendidikan, ataupun kebutuhan pangan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PKH dan BPNT Januari 2025 dikabarkan akan dimulai paling lambat pertengahan bulan. 

Halaman Selanjutnya
img_title