Mencermati Doa Menteri Agama pada Peringatan HUT ke-81 RI

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom
Sumber :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

Kisah ini memberi pelajaran penting: amal saleh dapat dijadikan wasilah dalam berdoa. Tentu, yang mengabulkan doa tetap Allah. Amal saleh tidak mempunyai kekuatan untuk mengabulkan doa. Ia menjadi sebab yang disebutkan seorang hamba sebagai bentuk pengharapan kepada rahmat Allah.

img_title Kuliah Gratis: Gratis Mutunya Atau Hanya Gratis Aksesnya?

Karena itu, ketika sebuah doa menyebut kebaikan, pengabdian, atau capaian yang telah dilakukan, tidak tepat jika buru-buru menyebutnya sebagai “laporan statistik”. Bisa saja hal tersebut merupakan ungkapan syukur sekaligus wasilah untuk memohon pertolongan Allah.

Pertanyaan yang lebih penting justru: adakah amal baik yang pernah kita lakukan dengan ikhlas dan dapat kita jadikan wasilah ketika berdoa?

img_title Jual Lisensi Wajah Untuk AI: Apa Hukumnya Sama dengan Jual Organ Tubuh Manusia?

Mengapa Mendoakan Pemimpin?

Bagian lain yang menjadi sorotan adalah doa untuk pemimpin. Sebagian orang menganggap mengutamakan doa penguasa sebagai bentuk menjilat pimpinan.

img_title Syekh Nawawi Al-Bantani: Sang Orkestrator Gerakan Santri Melawan Kompeni

Padahal, mendoakan kebaikan bagi pemimpin bukan hal yang asing dalam tradisi ulama. Fudhail bin ‘Iyadh pernah berkata, “Seandainya aku memiliki satu doa yang mustajab, aku tidak akan menggunakannya kecuali untuk pemimpin.”

Ketika ditanya alasannya, ia menjelaskan bahwa jika doa itu digunakan untuk dirinya sendiri, manfaatnya hanya kembali kepada dirinya. Namun, jika doa itu ditujukan kepada pemimpin, kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi rakyat dan negeri.

Logikanya sederhana. Pemimpin memiliki kewenangan yang berdampak luas. Keputusan yang diambilnya dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, mendoakan agar pemimpin diberi petunjuk, keadilan, kebijaksanaan, dan kekuatan menjalankan amanah pada dasarnya juga merupakan doa untuk rakyat.

Mendoakan pemimpin pun tidak berarti menganggap pemimpin selalu benar. Kritik terhadap kebijakan tetap dimungkinkan. Perbedaan pendapat juga tidak gugur hanya karena seseorang mendoakan pemimpinnya.

Aminkan Doa! 

Ungkapan yang memohon agar doa penguasa mendapat keutamaan atau dikabulkan terlebih dahulu tidak serta-merta berarti pengkultusan. Dalam keyakinan Islam, Allah tetap satu-satunya Zat yang mengabulkan doa. Kedudukan seorang pemimpin tidak memberinya kuasa untuk menentukan terkabulnya doa.

Jika doa untuk pemimpin dimaksudkan agar kebaikan bagi bangsa memperoleh pertolongan Allah, maka orientasinya justru kemaslahatan bersama. Pemimpin yang baik diharapkan melahirkan kebijakan yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title