Amran dan Keluarga Pernah Tinggal di Pos Jaga Kandang Sapi Hingga Tempati Rumah Layak Huni

Amran Batubara, Pemilik Rumah yang di Bedah
Sumber :
  • Yandi/BantenViva

Banten.Viva.co.id - Kisah Amran Batubara, sempat menumpang kemudian digusur, hingga dia pindah ke bekas pos penjagaan kandang sapi yang berukuran 5 meter persegi. 

img_title Rumah Dedi Santosa Kini Layak Huni, Usai di Bedah Polresta Serang Kota

Amran Batubara tinggal bersama Rohmah istrinya, beserta empat anak dan satu mertuanya yang sudah sepuh, di Kampung Jering, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung.

Berusia 53 tahun namun belum memiliki rumah layak huni, harus dialami Amran Batubara. Bahkan dia malah harus berjuang menghidupi seluruh anggota keluarganya dengan bekerja sebagai buruh serabutan. Pendapatannya gak menentu, terbesar, dia hanya mendapatkan Rp80 ribu per harinya.

img_title FPHI Sebut Tanpa Transparansi, Danantara Berisiko Bagi Keuangan Negara

Puluhan rumah Karang Serang terancam digusur

Photo :
  • Atiah

"Dulu numpang itu, udah almarhum orangnya. Memang itu tembok cuma plong gitu, tempat jaga sapi gitu," ujar Amran, ditemui di rumahnya, pada Rabu, 13 Juni 2024.

img_title Pemkot Tangsel Targetkan Bangun 329 Unit Rumah Layak Huni pada 2026

Uang Rp80 ribu di dapatkan jika bekerja sebagai kuli bangunan. Namun kalau bekerja sebagai buruh perkebunan, pendapatannya pun menurun. 

Uang itu harus dia bagi untuk keperluan makan hingga pendidikan anak-anaknya. Tujuh anggota keluarga itu pun harus rela makan ala kadarnya, asalkan perut tetap kenyang. Anak pertamanya telah lulus SMA sederajat. Sedangkan yang kedua putus sekolah. Anaknya yang ketiga baru SMP dan anak bungsunya belum bersekolah.

Karyawan ASDP Ikut Bangun Rumah Tidak Layak Huni

Photo :
  • Yandi/BantenViva

"Rumahnya plong gitu enggak ada kamar, tujuh orang tidur. Penghasilan ada tapi pas-pasan gitu. Kalau makan apa adanya aja gitu. Kadang buruh bangunan, kadang buruh di kebun orang gitu," terangnya.

Sepanjang 2024 ini, ASDP telah membangun 10 rumah tidak layak huni di sekitar Bakauheni, Lampung Selatan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bedah rumah yang dilakukan perusahaan BUMN itu bekerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan, agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan, sehingga bisa membantu program pemerintah setempat.

Rumah rusak

Photo :
  • Istimewa

"Jadi warga yang menerima, kami bekerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan yang mana kami sampaikan ada program bedah rumah, nanti pemkab merekomendasikan warganya yang masuk kategori ekonomi rendah untuk dibedah rumahnya," Manajer TJSL PT ASDP Indonesia Ferry, Rachmadian Adha, dilokasi yang sama, Rabu, 13 Juni 2024.

Halaman Selanjutnya
img_title