Sewa Mobil Dinas Tangsel Disebut Sehatkan APBD
- Istimewa
VivaBanten – Sewa mobil dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) disebut bisa menyehatkan APBD. Hal itu disampaikan oleh pengamat ekonomi dan fiskal dari Universitas Airlangga (Unair), Bagas Pradana Wijaya.
Dia menegaskan mekanisme peralihan dari pembelian aset (asset ownership) menjadi pemanfaatan fungsi (asset utilization) ini justru efektif memotong potensi kebocoran anggaran jangka panjang dalam APBD.
Menurutnya, masyarakat perlu melihat kebijakan ini dengan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan aset secara komprehensif, bukan sekadar terpaku pada nominal makro yang tercantum dalam dokumen anggaran.
"Jika Pemkot Tangsel memaksakan diri membeli ratusan unit kendaraan baru, biaya yang keluar di awal memang terlihat sebagai investasi. Namun, dalam jangka panjang, ada gunung es finansial yang siap membebani APBD, mulai dari depresiasi nilai aset yang agresif hingga membengkaknya biaya perawatan," ujar Bagas dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.
Bagas menjelaskan, secara teori akuntansi sektor publik, kendaraan operasional merupakan aset yang mengalami penyusutan nilai (depreciation cost) sangat tinggi, yakni mencapai 15 hingga 20 persen di tahun-tahun awal pemakaian.
Selain itu, memasuki tahun keempat atau kelima, fase keemasan performa kendaraan dipastikan menurun drastis yang akibatnya, beban biaya perawatan (maintenance cost) dan penggantian suku cadang akan melonjak secara eksponensial.
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko Keluar Mobil Lewat Jendela.
- Tiktok Polres Serang
"Dengan memilih skema sewa, Pemkot Tangsel sebenarnya melakukan strategi risk transfer atau pengalihan risiko finansial kepada pihak ketiga. Urusan merosotnya nilai buku aset, pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan, perpanjangan STNK, hingga premi asuransi All-Risk sepenuhnya menjadi beban komersial vendor pemenang tender," terangnya.
Dia juga mengungkapkan keunggulan utama dari skema ini adalah adanya klausul zero downtime yang mana jaminan ini memastikan mobilitas birokrasi dan pelayanan publik di Tangsel tidak akan terganggu jika ada unit kendaraan yang rusak.
"Jika ada mobil dinas yang masuk bengkel untuk servis berkala atau mengalami kendala teknis, vendor wajib menyediakan kendaraan pengganti (replacement car) yang setara pada hari yang sama. Ini efisiensi tak terlihat yang sangat mahal harganya bagi kinerja birokrasi," tambahnya.