Sewa Mobil Dinas Tangsel Disebut Sehatkan APBD

Mobil Diatas Rumput Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten.
Sumber :
  • Istimewa

VivaBanten – Sewa mobil dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) disebut bisa menyehatkan APBD. Hal itu disampaikan oleh pengamat ekonomi dan fiskal dari Universitas Airlangga (Unair), Bagas Pradana Wijaya.

img_title Akhir 2026, Gedung Layanan Publik Terbesar di Kabupaten Tangerang Mulai Beroperasi

Dia menegaskan mekanisme peralihan dari pembelian aset (asset ownership) menjadi pemanfaatan fungsi (asset utilization) ini justru efektif memotong potensi kebocoran anggaran jangka panjang dalam APBD.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat kebijakan ini dengan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan aset secara komprehensif, bukan sekadar terpaku pada nominal makro yang tercantum dalam dokumen anggaran.

img_title Bupati Zakiyah Gelontorkan Rp1 Miliar Demi Kejar Juara MTQ Banten 2027, 20 Calon Kaligrafer Ditempa Setahun di Lemka

"Jika Pemkot Tangsel memaksakan diri membeli ratusan unit kendaraan baru, biaya yang keluar di awal memang terlihat sebagai investasi. Namun, dalam jangka panjang, ada gunung es finansial yang siap membebani APBD, mulai dari depresiasi nilai aset yang agresif hingga membengkaknya biaya perawatan," ujar Bagas dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

Bagas menjelaskan, secara teori akuntansi sektor publik, kendaraan operasional merupakan aset yang mengalami penyusutan nilai (depreciation cost) sangat tinggi, yakni mencapai 15 hingga 20 persen di tahun-tahun awal pemakaian. 

img_title Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Perkuat Literasi AI di 108 Pesantren

Selain itu, memasuki tahun keempat atau kelima, fase keemasan performa kendaraan dipastikan menurun drastis yang akibatnya, beban biaya perawatan (maintenance cost) dan penggantian suku cadang akan melonjak secara eksponensial.

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko Keluar Mobil Lewat Jendela.

Photo :
  • Tiktok Polres Serang

"Dengan memilih skema sewa, Pemkot Tangsel sebenarnya melakukan strategi risk transfer atau pengalihan risiko finansial kepada pihak ketiga. Urusan merosotnya nilai buku aset, pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan, perpanjangan STNK, hingga premi asuransi All-Risk sepenuhnya menjadi beban komersial vendor pemenang tender," terangnya.

Dia juga mengungkapkan keunggulan utama dari skema ini adalah adanya klausul zero downtime yang mana jaminan ini memastikan mobilitas birokrasi dan pelayanan publik di Tangsel tidak akan terganggu jika ada unit kendaraan yang rusak.

"Jika ada mobil dinas yang masuk bengkel untuk servis berkala atau mengalami kendala teknis, vendor wajib menyediakan kendaraan pengganti (replacement car) yang setara pada hari yang sama. Ini efisiensi tak terlihat yang sangat mahal harganya bagi kinerja birokrasi," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title