Dispenbud Kota Serang Integrasikan Budaya Lokal ke Kurikulum, Siswa Belajar Sejarah hingga Cagar Budaya
- Viva Banten
VIVA BANTEN -Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang tengah menyiapkan kurikulum muatan lokal berbasis kebudayaan bagi siswa jenjang SD dan SMP.
Melalui kebijakan tersebut, peserta didik akan diperkenalkan dengan sejarah daerah, Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hingga Jelajah Warisan Budaya Banten (Jawara Banten) sebagai upaya memperkuat identitas budaya sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, penyusunan kurikulum tersebut mengacu pada Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang saat ini sedang dibahas bersama DPRD Kota Serang untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
"Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan telah masuk ke dewan dan akan dijadikan perda. Selanjutnya kebudayaan akan dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal," kata Ahmad Nuri, Minggu 12 Juli 2026.
Ia menjelaskan, materi pembelajaran tidak hanya berisi teori mengenai kebudayaan, tetapi juga mengenalkan berbagai situs sejarah dan ODCB yang ada di Kota Serang.
Selain itu, siswa akan diperkenalkan dengan program Jawara Banten atau Jelajah Warisan Budaya Banten agar memahami kekayaan budaya yang dimiliki daerahnya.
"Anak-anak harus mengetahui situs-situs budaya, ODCB, dan warisan budaya yang ada di Kota Serang. Ketika mereka berkembang dalam akademik, mereka juga memahami budaya daerahnya sendiri," ujarnya.
Menurut Ahmad Nuri, penguatan pendidikan berbasis budaya menjadi penting di tengah derasnya pengaruh budaya populer dari luar. Karena itu, pendidikan formal perlu menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang tetap mampu mempertahankan identitas budayanya meski berkembang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kita ingin Kota Serang menjadi daerah yang maju, tetapi tidak meninggalkan akar budayanya. Modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya," katanya.
Selain penyusunan kurikulum, Dispenbud Kota Serang juga menyiapkan program pembiasaan budaya di sekolah melalui lagu bertema kebudayaan yang akan diperdengarkan kepada peserta didik setelah kegiatan belajar mengajar.
Ahmad Nuri mengatakan, penerapan kurikulum muatan lokal akan dilakukan setelah proses penyusunan dan kajian kurikulum selesai. Program tersebut direncanakan diterapkan di seluruh jenjang SD dan SMP di Kota Serang.