Bupati Zakiyah Gelontorkan Rp1 Miliar Demi Kejar Juara MTQ Banten 2027, 20 Calon Kaligrafer Ditempa Setahun di Lemka
- Taufik Hidayat/VIVA Banten
VIVA BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang menunjukkan keseriusannya meningkatkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Banten 2027. Salah satu langkah strategis yang ditempuh ialah mengirim 20 peserta terbaik untuk mengikuti pendidikan dan pembinaan kaligrafi Al-Qur'an di Pondok Pesantren Lemka, Sukabumi, Jawa Barat.
Program pembinaan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Seluruh biaya pendidikan, pelatihan, hingga kebutuhan hidup peserta ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Serang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai lebih dari Rp1 miliar.
Kebijakan itu diambil setelah pemerintah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Serang mengevaluasi hasil MTQ tingkat Provinsi Banten. Dari evaluasi tersebut, cabang kaligrafi dinilai masih membutuhkan pembinaan yang lebih intensif agar mampu bersaing dengan daerah lain.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan pengiriman peserta ke Lemka merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni kaligrafi Al-Qur'an.
"Peserta ini akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan kurang lebih selama satu tahun di Lemka Sukabumi. Fokus pembelajarannya adalah bidang kaligrafi," ujar Ratu Rachmatuzakiyah, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah lebih dahulu melakukan proses pemetaan dan seleksi terhadap calon peserta yang memiliki kemampuan di bidang kaligrafi. Dari tahapan tersebut, dipilih sekitar 20 orang yang dinilai mempunyai potensi besar untuk berkembang dan meraih prestasi.
Para peserta berasal dari sekitar 10 kecamatan di Kabupaten Serang. Sebagian besar berusia di atas 20 tahun sehingga dianggap siap mengikuti proses pendidikan secara penuh di lingkungan pesantren selama satu tahun.
Ratu Rachmatuzakiyah berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan agar para peserta mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil maksimal.
"Harapan kami, setelah kembali dari pendidikan selama satu tahun, mereka mampu menjadi kaligrafer terbaik dan membawa prestasi untuk Kabupaten Serang," katanya.
Selain meningkatkan kemampuan menulis kaligrafi Al-Qur'an, program tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta. Pemerintah berharap lulusan Lemka memiliki disiplin, etika, serta mampu menjadi penggerak pengembangan seni kaligrafi Islam di Kabupaten Serang.