4 Ribu Penyandang Disabilitas Ramaikan Festival InklusiLand 2025 di Tangerang

Konferensi pers InklusiLand 2025 di Tangerang
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - Sebanyak 4.000 penyandang disabilitas mulai dari anak sampai orang dewasa memehuni gelaran festival inklusi terbesar di Indonesia yang bertajuk “InklusiLand: Everyone Shines, Everyone Matter.”  

img_title Ekonomi Banten Melesat 5,49 Persen, Masuk Lima Besar Nasional, BI Ungkap UMKM Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Navaswara ini, digelar di Hall 10 ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Minggu, 7 Desember 2025.

Kegiatan ini dalam rangka memperingari Hari Disabilitas Internasional (HDI), yang mana InklusiLand hadir sebagai festival inklusi pertama berskala nasional yang merangkai inovasi sosial, keberlanjutan lingkungan, edukasi keluarga, olahraga adaptif, hingga pemberdayaan wirausaha difabel dalam satu pengalaman yang utuh.

img_title Bela Lokal, Beli Lokal! Pesan Budi Rustandi Saat Buka Kota Serang Fair 2026

Ketua Dewan Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, menyampaikan InklusiLand bukan hanya perayaan, tetapi telah menjadi langkah bersama menuju masa depan yang memberi ruang bagi semua untuk tumbuh dan dihargai.  

"Kami percaya, kemajuan sebuah bangsa lahir ketika setiap warganya diberi kesempatan untuk hadir, berkarya, dan berperan. Inklusi tentang membuka pintu bagi kesetaraan. InklusiLand menjadi contoh bahwa ketika akses diberikan dan lingkungan disiapkan dengan cinta, sahabat disabilitas dapat bersinar dengan terang yang sama indahnya, bahkan kerap lebih gemilang dari yang pernah kita bayangkan," katanya.

img_title Rektor UIN SMH Banten ke Lebak, KKN Nusantara 2026 Dipacu Jadi Penggerak Perubahan Banten Selatan

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan, pihaknya pun telah merumuskan strategi yang komprehensif untuk mendukung kemandirian ekonomi disabilitas, khususnya bagi para orang tua.

Di mana, salah satu fokus utamanya adalah membantu pelaku usaha yang sudah berjalan dengan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah.

"Kami tentunya dalam hal ini kendukung kemandirian ekonomi disabilitas khususnya untuk orang tua dengan memfasilitasi penyediaan tempat berjualan di fasilitas publik agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya dengan optimal," ujarnya.

Di mana, bagi orang tua penyandang disabilitas yang telah memiliki usaha, akan ada kolaborasi dengan berbagai program Kementerian UMKM.

Nantinya, diberikan bantuan seperti promosi produk, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga dukungan modal usaha yang sangat dibutuhkan.

"Langkah ini tentu kita harap dapat mendorong skala usaha mereka menjadi lebih besar dan berkelanjutan di pasar. Dan bagi individu yang belum memiliki usaha, pemerintah akan menyediakan pelatihan intensif," ungkapnya.