Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Bazar UMKM di Alun-alun Kota Cilegon.
Sumber :
  • Istimewa.

VivaBanten – Ribuan masyarakat tampak memadati Alun-alun Kota Cilegon pada Rabu, 30 Juli 2026. Beragam kegiatan seperti fashion show dengan bahan limbah, pertunjukan seni budaya hingga bazar UMKM meramaikan gelaran Gebyar Bakti Wanita Nusantara.

img_title Ekonomi Banten Melesat 5,49 Persen, Masuk Lima Besar Nasional, BI Ungkap UMKM Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

Agenda tersebut menjadi kolaborasi organisasi perempuan dalam menampilkan kretivitas, mengembangkan potensi hingga mendorong pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berbagai agenda, mulai dari senam, penampilan seni dan budaya, peragaan busana berbahan limbah atau fashion perca, mewarnai dan melukis bagi anak-anak, talkshow, hingga pameran dan bazar produk UMKM. 

img_title Bela Lokal, Beli Lokal! Pesan Budi Rustandi Saat Buka Kota Serang Fair 2026

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, Irna Narlita mengungkapkan, ia takjub melihat kemeriahan serta keterlibatan masyarakat serta berbagai organisasi perempuan dalam agenda tersebut.

"Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan sangat tinggi terhadap kegiatan melibatkan dan memberdayakan perempuan. Ada juga penampilan anak-anak yang merupakan generasi emas. Kegiatan ini sebaiknya dijadikan agenda rutin karena memberikan kesan dan dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya, Kamis, 30 Juli 2026.

img_title Rektor UIN SMH Banten ke Lebak, KKN Nusantara 2026 Dipacu Jadi Penggerak Perubahan Banten Selatan

Kata Irna, keterlibatan UMKM dalam kegiatan itu juga menciptakan perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang produk-produk lokal dikenal lebih luas. 

"UMKM terlibat dan uang berputar. Karya-karya hebat dapat dilihat dan dilirik masyarakat maupun wisatawan. Produk kuliner, fesyen, kerajinan, hingga kemasan produk yang semakin menarik dan naik kelas. Dengan begitu, UMKM kami harapkan semakin maju," paparnya.

Irna mendorong organisasi perempuan terus berkolaborasi dan menghadirkan pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan anggotanya. Menurutnya, pemberdayaan dapat dimulai dari lingkup terkecil, baik di tingkat desa, kelurahan, maupun kecamatan. 

"Perempuan perlu terus diberdayakan melalui keterampilan, pelatihan, bimbingan teknis, serta pengembangan potensi sesuai dengan minat dan keahliannya. Jika perempuan berdaya, maka ekonomi di lingkungan desa, kecamatan, hingga kota juga akan terus bergerak dan berkembang," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran GOW Kota Cilegon serta berbagai pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya dapat diukur melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dilihat dari keberhasilan dalam memberdayakan perempuan serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan. 

Halaman Selanjutnya
img_title