Imigrasi Tangerang Cekal WN Nigeria Usai Langgar Administrasi

Koordinasi keimigrasian dalam proses deportasi WN Nigeria
Sumber :
  • istimewa

VIVA Banten - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang melakukan proses deportasi dan pencekalan atau penangkalan pada warga negara asing (WNA) asal Nigeria, atas nama Nikemjika Anthony Uzonna.

img_title Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Puluhan WNA Ajukan ITKT

Pria 41 tahun ini ditindak usai melanggar Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, yang mengatur tentang orang asing pemegang Izin Tinggal yang telah berakhir masa berlakunya.

"Diketahui, Izin Tinggal Kunjungan WNA tersebut telah berakhir sejak 4 Januari 2019," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin.

img_title Minta Sedekah dan Sumbangan Secara Paksa, WN Pakistan Dideportasi Imigrasi Tangerang

Nikemjika Anthony diketahui tinggal di kawasan Citra Raya Kabupaten Tangerang. Di mana, selama di persembunyiannya, dia tinggal bersama kekasih yang merupakan warga Indonesia atau WNI.

"Ia diduga tinggal sama seorang wanita asal Indonesia. Dan selama disini dia tidak bekerja, hanya mengandalkan transferan uang dari kampung halamannya saja," ujarnya.

img_title Terlibat Investasi Bodong, 25 WN Vietnam Dideportasi Melalui Bandara Soekarno-Hatta

Sebagai tindak lanjut, WNA tersebut telah diusulkan untuk dimasukkan ke dalam Daftar Penangkalan, yang berarti dia tidak diizinkan masuk kembali ke Indonesia, dalam jangka waktu tertentu.

"Kami cekal sebagai langkah penegasan komitmen Imigrasi dalam menegakan kedaulatan negara dan menertibkan keberadaan orang asing yang tidak mematuhi peraturan perundang-undangan di Indonesia dan kami juga lakukan deportasi," jelas dia.

Proses pendeportasian pun dilakukan pada Kamis, 4 Desember 2025. Melalui Bandara Soekarno Hatta, dengan menumpang maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET629, dengan tujuan akhir Kano, Nigeria.

"Yang bersangkutan sudah dikembalikan ke negara dan proses berjalan dengan lancar karena kordinasi dan pengawasan ketat oleh petugas di lapangan," ungkapnya.