Budi Arie Ingin Gabung Gerindra, Ditolak Kader Prabowo Subianto
VivaBanten – Keinginan Budi Arie, Ketua Umum Projo, gabung Gerindra ditolak oleh kader Prabowo Subianto. Alasannya, ada prinsip dan arah perjuangan partai yang harus dipahami dan dijalankan oleh setiap kader.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPC Gerindra Kota Makassar, Eric Horas, usai rapat koordinasi bulanan yang digelar di Ibu Kota Sulawesi Selatan.
Gerindra merupakan partai terbuka untuk siapa saja bergabung, asalkan memenuhi syarat umum sebagai warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun.
Namun, ia menekankan bahwa menjadi bagian dari Gerindra tidak cukup hanya dengan latar belakang dukungan terhadap figur tertentu.
"Kalau karena Pak Budi Arie merasa pernah berjuang memenangkan Bapak Prabowo, itu memang kewajiban setiap kader, tetapi tidak cukup hanya di situ," ujar Eric Horas, ditulis Jumat, 07 November 2025.
Partai Gerindra memiliki garis perjuangan yang tegas dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, setiap orang yang ingin bergabung harus benar-benar memahami nilai perjuangan tersebut.
Rapat DPC Gerindra Kota Makassar.
- Istimewa
“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang masuk ke Gerindra bukan hanya karena momentum politik, tetapi karena memiliki komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan partai,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar, Kasrudi, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa Gerindra memang partai terbuka, namun tidak serta merta menerima siapa pun tanpa pertimbangan matang.
“Partai Gerindra akan melihat dan mempertimbangkan setiap orang yang ingin bergabung. Harus jelas tujuannya, jangan sampai ke depan justru menimbulkan ketidakharmonisan dalam internal partai. Kalau ada potensi itu, tentu kami menolak,” ujarnya.
Kasrudi menilai bahwa, menjaga soliditas internal partai jauh lebih penting dibanding sekadar menambah jumlah kader. Ia berharap setiap keputusan partai tetap mengedepankan kepentingan bersama dan menjaga marwah perjuangan Partai Gerindra di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami tidak ingin dinamika politik personal mengganggu stabilitas dan kekompakan kader di Makassar,” tambahnya.
Sebelumnya, Budi Arie secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 1 November 2025. Pernyataan tersebut kemudian menuai berbagai tanggapan dari internal Partai Gerindra, termasuk dari DPC Gerindra Kota Makassar yang secara tegas menyatakan penolakannya dengan alasan menjaga konsistensi arah perjuangan dan keharmonisan internal partai.