Penyelesaian Perkara di Polda Banten Menurun, Tindak Pidana Meningkat

Polda Banten
Sumber :

VivaBanten – Tingkat pidana di wilayah Polda Banten meningkat tajam, hal ini tidak sejurus dengan penyelesaian laporan kepolisian yang melemah. Akibat lemahnya pengungkapan kasus, menyebabkan kejahatan merajalela.

img_title Rutan Bareskrim Dituding Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan yang Dites Negatif

Lemahnya ungkap kasus dan meningkatnya tindak pidana, diakui sendiri oleh pejabat utama Polda Banten.

"Jumlah tindak pidana pada Triwulan II tahun 2025 naik 12 persen, yaitu 1.964 kasus, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 1.746 kasus. Sementara jumlah penyelesaian perkara tindak pidana mengalami penurunan sebesar 18 persen, dari 678 kasus pada 2024, menjadi 555 kasus pada tahun 2025," ujar Karoops Polda Banten Kombes Pol Yofie, dalam keterangan resminya, Selasa, 22 Juli 2025.

img_title Kapolri Beri Pin Emas ke Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Serang, Berhasil Ungkap Kasus Besar Sepanjang 2025

Mirisnya lagi, kasus pembunuhan dan pemerkosaan di wilayah hukum Polda Banten melonjak tajam, bahkan mencapai 200 persen. Lemahnya penegakkan hukum terhadap pelanggar, membuat mereka leluasa melakukan aksi kriminalitasnya.

"Kasus narkotika naik 13 persen dan kasus pemerkosaan serta pembunuhan meningkat masing-masing 200 persen," ujarnya.

img_title Tekan Judo, Pinjol Hingga Kejahatan Digital, Buruh Gandeng Polda Banten

Barang Bukti Sepeda Motor Hasil Curanmor.

Photo :
  • Yandi/BantenViva

Begitupun terkait peredaran narkoba dan curanmor yang lamban ditangani oleh Polda Banten di wilayah hukumnya. Dimana, laporan dan kasusnya semakin meningkat, namun minim pengungkapan maupun penyelesaian kasusnya.

Peningkatan pengungkapan kasus seperti narkoba dan curanmor, tidak diimbangi dengan penyelesaian kasusnya. Sehingga menyebabkan peningkatan jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polda Banten.

"Peningkatan pengungkapan kasus tertentu seperti narkotika dan curanmor tidak seiring dengan penyelesaian kasus, sehingga mengakibatkan peningkatan jumlah tindak pidana dan penurunan penyelesaian perkara tindak pidana secara umum, dan ini menjadi perhatian serius bagi kami," tuturnya.