Sekolah di Cilegon Terancam Kekurangan Guru pada 2026

Ilustrasi saat guru mengajar di Kelas
Sumber :

VivaBanten – Sebanyak 441 guru honorer di Kota Cilegon, Banten, terancam tidak bisa mengajar setelah 31 Desember 2025, karena terbentur dengan peraturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

img_title Belasan Siswa SD di Tangerang Jadi Korban Pencabulan, Polisi Tangkap Pelaku

Dimana, BKN tidak lagi membolehkan adanya honorer dilingkup pemerintahan. Sehingga akan banyak sekolah di Kota Cilegon yang kekurangan tenaga pendidik.

"Kalau dari data kami (PGRI) ada 441 orang. Tentu sangat disesalkan jika hal tersebut terjadi. Para guru honorer ini, sudah lama mengajar mulai 5 hingga puluhan tahun," ujar Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin, ditulis Rabu, 26 November 2025.

img_title Pemprov Banten Ungkap Hanya 20 Persen Pelajar yang Bisa Mengakses Komputer dan Laptop

Dengan segala keterbatasan dan honor ala kadarnya, mereka tetap menjalankan tanggung jawabnya mengajar di setiap sekolah, sejak 5 sampai 10 tahun terakhir.

Pemerintah Kota Cilegon

Photo :
  • Dokumentasi

img_title BEM Banten Bersatu Kritik Pemerintah Soal Kualitas Pendidikan, Nasib Guru Hingga Pengangguran

Kini, dengan peraturan BKN tersebut, transfer ilmu dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa demi Indonesia Emas 2045 akan terganggu, karena guru honorer tidak diperbolehkan lagi mengajar di sekolah.

"Kami meminta agar pemerintah bisa mengkaji kebijakan tersebut. Kasihan jika mereka ini benar-benar dirumahkan. Ini jadi perhatian serius bagi kami. Kami mendorong adanya alternatif bagi mereka, karena di sekolah mereka dibutuhkan. Kami berharap Desember ini ada kejelasan," jelasnya.

Disisi lain, guru tidak hanya mendidik siswa, namun juga bertanggung jawab membentuk karakter, etika dan moralitas generasi penerus bangsa.

Kualitas generasi penerus bangsa ditentukan dari pendidikan yang di dapat oleh para siswa. Hal itu hanya bisa diberikan oleh para guru yang sejahtera dan diperhatikan oleh negara.

"Pemerintah Kota Cilegon konsen pada kesejahteraan guru, karena itu yang menjadi indikator pentingnya peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi guru honorer. Oleh karena itu Pemkot Cilegon terus berupaya mendorong percepatan pengangkatan guru honorer menjadi ASN, agar mereka memperoleh stabilitas ekonomi dan perlindungan yang lebih baik," ujar Kepala Dindik Cilegon, Heni Anita Susila, ditulis Rabu, 26 November 2025.