Pemprov Banten Ungkap Hanya 20 Persen Pelajar yang Bisa Mengakses Komputer dan Laptop
- Hasil AI
VivaBanten – Pemprov Banten dalam rilis resminya menyatakan bahwa 84,38 persen pelajar di Banten aktif menggunakan internet. Namun hanya 20,11 persen yang bisa mengakses komputer atau laptop. Sisanya, masih menggunakan smartphone atau gawai.
"Meski demikian, akses terhadap perangkat pendukung pembelajaran digital masih perlu diperkuat," mengutip rilis tersebut.
Rilis tersebut tidak mencantumkan narasumber, namun disebar secara resmi oleh pihak Pemprov Banten juta menyatakan bahwa masih ada pelajar yang tidak lulus Sekolah Dasar (SD).
Mirisnya, Banten hanya selemparan batu dari Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan di Indonesia.
Disisi lain, Angka Melek Huruf (AMH) generasi muda di Banten mencapai 99,95 persen atau berbeda sedikit dari Papua, perbedaanya sekitar 0,23 persen.
"Data Susenas 2025 mencatat Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang dasar di Provinsi Banten mencapai 99,52 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh anak usia sekolah dasar telah memperoleh akses pendidikan formal," tulis rilis itu lagi.
Sekolah gratis juga telah diinisiasi oleh Pemprov Banten. Hingga akhir 2025 lalu, sudah ada 801 sekolah swasta telah mengikuti program tersebut, dengan total 60.705 siswa terverifikasi.
Disisi lain, nasib tenaga pendidik, terutama guru honorer di wilayah Banten terancam dengan kebijakan pemerintah pusat. Meski para guru sudah menempuh pendidikan inggih, untuk mencetak generasi emas penerus bangsa.
"Berdasarkan data yang sama, lebih dari 97 persen guru di Provinsi Banten telah memenuhi kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4). Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas," tulis rilis resmi yang disebar Sabtu, 30 Mei 2026.