Dosen Mengaku Di-PHK Usai Tagih Gaji Berbulan-bulan di UNSB, Singgung Minimnya Komunikasi Pimpinan Kampus

Universitas Syeikh Nawawi Banten
Sumber :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

VIVA BANTEN – Polemik yang melibatkan Universitas Syeikh Nawawi Banten (UNSB) menjadi perhatian publik setelah seorang dosen tetap, Muhammad Rohmadin, mengaku diberhentikan dari kampus tersebut tidak lama setelah memperjuangkan pembayaran gaji dosen yang disebut tertunda selama berbulan-bulan.

img_title KBM di SDN Teras 1 Carenang Kosong Tanpa Murid, Dindikbud Kabupaten Serang Beberkan Faktanya

 

Kisah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Rohmadin mengungkapkan kronologi yang menurutnya berawal dari keterlambatan pembayaran honor dosen hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

img_title Soal THR Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Kabupaten Serang Buka Posko Aduan, Perusahaan Bandel Terancam Sanksi Pidana

 

Dalam keterangannya melalui akun media sosial, Rohmadin mengaku mulai bergabung sebagai dosen tetap di Universitas Syeikh Nawawi Banten pada 2024. Ia mengatakan memiliki semangat tinggi untuk mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi swasta Islam tersebut.

img_title Target Indonesia Emas 2045 dan Suramnya Nasib Guru Honorer

 

Namun, harapan itu mulai berubah ketika pembayaran gaji tidak dilakukan sesuai jadwal yang dijanjikan.

 

"Masuk bulan pertama, gue nanya masalah gaji. Ini kapan bayarnya? Pada akhirnya ada satu staf yang jawab nanti tanggal 10. Setelah tanggal 10 gaji itu masih belum turun," kata Muhammad Rohmadin, melalui TikTok pribadinya @Rohmadin_99, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

 

Menurut Rohmadin, gaji baru diterima pada September. Setelah itu, pembayaran kembali mengalami keterlambatan. Ia mengaku bersama sejumlah dosen lain tidak menerima gaji sejak sekitar Oktober hingga Mei.

 

 

Kop Surat PHK UNSB

Photo :
  • Dok. Istimewa

 

"Oktober, November, Desember sampai Mei, beberapa dosen tidak dibayarkan, termasuk gue," ujarnya.

 

Berulang Kali Meminta Dialog

 

Rohmadin mengatakan dirinya tidak tinggal diam. Ia beberapa kali meminta pimpinan kampus membuka ruang komunikasi untuk membahas persoalan tersebut.

 

Menurutnya, ia telah menghubungi rektor maupun wakil rektor agar dilakukan diskusi mengenai solusi pembayaran gaji yang tertunda.

 

"Gue udah ingetin jauh-jauh hari sama rektor sama warek. Yuk kita diskusi, yuk kita komunikasi, gimana sih masalah gaji ini kok nunggak," katanya.

 

Ia mengaku sempat menerima janji bahwa pembayaran akan dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri. Namun, hingga Lebaran berlalu, pembayaran yang dijanjikan disebut belum juga direalisasikan.

 

Kondisi itu membuat dirinya semakin vokal mempertanyakan kepastian pembayaran hak para dosen.

 

"Setelah Lebaran baru gue frontal. Gue bilang, kapan ini dibayarin gaji?" tuturnya.

 

Komunikasi Disebut Buntu

Halaman Selanjutnya
img_title