BEM Banten Bersatu Kritik Pemerintah Soal Kualitas Pendidikan, Nasib Guru Hingga Pengangguran

Guru Berdemonstrasi di Rumah Dinas Gubernur Banten.
Sumber :
  • Yandhi/Viva

VivaBantenMahasiswa mengkritisi dunia pendidikan di Banten, mulai dari fasilitas sekolah, akses hingga nasib tenaga pendidik, yang dianggap masih jauh dari kata layak.

img_title Mahasiswa Untirta Banten dan Chandra Asri Kolaborasi di Jejak Asri

Dimana sejatinya Banten hanya selemparan batu dari Jakarta, kota metropolitan yang hanya bisa ditempuh satu jam.

Menurut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu, fasilitas sekolah, akses pendidikan hingga nasib guru terutama honorer yang tidak sejahtera, akan berpengaruh besar terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

img_title Rektor UIN Banten Pastikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Diusut Tuntas dan Pelaku Terancam Sanksi Berat

"Mustahil mengharapkan transfer pengetahuan yang berkualitas jika para guru, sebagai subjek utama pendidikan, masih didera kemiskinan struktural akibat tidak adanya transparansi dalam sistem pengupahan," ujar Suci Indah Lestari, Ketua BEM Banten Bersatu, Jumat, 29 Mei 2026.

Suci membeberkan ada 13.685 pelajar tingkat SMA/SMK yang putus sekolah dengan berbagai faktor, dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sekitar 9,16 hingga 9,23 tahun, sekitar hanya sampai SMP atau baru duduk di kelas 1 SMA/SMK sederajat.

img_title Mahasiswa Kritik Kualitas Pendidikan, Dindik Banten Diminta Bertanggung Jawab

"tanpa adanya evaluasi yang radikal dan menyeluruh, program sekolah gratis ini berisiko terjebak menjadi sekadar kebijakan populis. Ini hanya kosmetik politik menjelang pemilu demi meraup simpati, tanpa memberikan dampak signifikan pada esensi peningkatan mutu pendidikan," terangnya.

Sekolah rusak di Kabupaten Tangerang

Photo :
  • Sherly/viva

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga harus bersih dari praktek titip menitip yang jadi pintu masuk transaksional, menyebabkan turunnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi penerus bangsa.

Rendahnya kualitas manusia di Banten, salah satunya disebabkan pendidikan yang masih sulit dijangkau oleh generasi penerus bangsa, sehingga anak muda Banten kalah bersaing di dunia kerja.

Kalah bersaing di dunia kerja, kemudian investasi yang padat modal, jadi penyebab banyaknya angka pengangguran di Banten.

"Alih-alih melahirkan konseptor atau tenaga ahli, dunia pendidikan di Banten dituding hanya menjadi pabrik pencetak pengangguran baru yang tidak siap menghadapi tantangan zaman," jelasnya.

BEM Banten Bersatu menekankan pemerintah maupun Dinas Pendidikan untuk mereformasi total sistem dan kualitas pendidikan, agar bisa dinikmati oleh seluruh generasi penerus bangsa. 

Mereka juga mengingatkan agar pemerintah bisa memberikan pendidikan yang mudah, murah dan bisa diakses oleh seluruh pelajar di Banten.

Halaman Selanjutnya
img_title