Minimnya Anggaran Penanganan Stunting di Kota Cilegon, Hanya Rp112 Juta
- Viva
VivaBanten – Anggaran penanganan stunting di Kota Cilegon, Banten, masih sangat minim, hanya Rp112 juta uang dianggarkan dalam APBD.
Dana yang bersumber dari APBD itu juga tidak diperuntukkan untuk pemberian makanan bergizi tambahan maupun penanganan kesehatan, bagi anak yang terkena stunting.
"Anggaran gizi tahun ini Rp 112 juta. Itu pun digunakan hanya untuk pengadaan cetak dan monitoring ke lapangan," ujar Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo, ditulis Kamis, 13 November 2025.
Anggaran tersebut dianggap jauh dari layak, untuk penanganan stunting di Kota Cilegon.
Kemudian setiap puskesmas yang ada di Kota Cilegon, mendapatkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari pemerintah pusat sebesar Rp200 juta, untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.
Ilustrasi Anak-anak.
- Viva
"Masih kurang, seharusnya anggaran disesuaikan dengan data stunting yang ada," terangnya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting turun dari 22 persen menjadi 19 persen.
Pada Februari 2025, anak penderita stunting di Kota Cilegon terdata 827 kasus dan pada Oktober 2025, turun menjadi 813 kasus.
Penanganan stunting bukan hanya dari sisi kesehatan saja, namun faktor ekonomi, lingkungan hang sehat hingga kesadaran orangtua sangat berpengaruh besar.
Hingga kini, Dinkes Kota Cilegon terus melakukan intervensi berupa pemberian imunisasi, vitamin hingga makanan bergizi tambahan.
"Harapannya pada Februari mendatang bisa turun lagi, kalau bisa hingga 50 persen. Itu target kami, tentu bergantung pada kondisi di lapangan," jelasnya.