Kenali Proses Mengatasi Pembesaran Prostat dengan Metode Rezum yang Minim Risiko
- Sherly/viva
Ditambahkan, dr. Lo Ka Lun, spesialis urologi dari Hong Kong, selama prosedur Rezum berlangsung, uap air steril akan dilepaskan ke jaringan prostat. Energi dari uap ini terserap oleh jaringan prostat sehingga menyebabkan jaringan yang membesar, menjadi rusak.
Selanjutnya, jaringan yang rusak ini diserap oleh tubuh secara alami dan membuat ukuran prostat kembali mengecil. Setelah jaringan berlebih dihilangkan, uretra kembali terbuka dan gejala pembesaran prostat jinak akan berkurang.
"Sebagian besar pasien yang menjalani terapi Rezum sudah bisa merasakan perbaikan gejala dalam waktu yang relatif singkat, bahkan tindakan rezum ini dapat dilakukan dalam 1 hari saja. Sementara itu, manfaat dari terapi ini bisa dirasakan secara maksimal bahkan dapat disandingkan dengan metode operasi konvensional hasilnya tapi tanpa mengganggu fungsi seksual," ujarnya.
Perawatan dengan metode Rezum cocok dilakukan untuk kondisi pembesaran prostat jinak yang berukuran 30-80 cc.
"Di Hong Kong, metode Rezum bisa mengatasi pembesaran prostat berukuran 130 cc. Orang yang akan menjalani metode ini perlu melewati screening dan dipastikan bahwa pembesaran yang terjadi bersifat jinak," ucap dia.
Prosedur Rezum Water Vapor Prostate Therapy biasanya hanya memakan waktu 30 menit. Setelah prosedur, jika setelah dilakukan observasi kondisi pasien dinyatakan baik oleh dokter, maka pasien dapat langsung pulang ke rumah.
Sebelum prosedur, pasien akan diberikan bius regional, sehingga pasien masih sadar selama tindakan berlangsung, namun tidak merasakan sakit. Dokter kemudian memasukkan perangkat genggam (gun) dengan kateter ke dalam uretra melalui lubang kencing.
Setelah mencapai prostat, jarum kecil akan dilepaskan dari ujung tabung dan mengalirkan uap panas ke area prostat yang membesar. Uap tersebut menghancurkan sel-sel prostat berlebih dan perlahan, area yang membesar jadi menyusut.
Diketahui, Tumor prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) adalah salah satu masalah kesehatan pria yang umum terjadi pada pria dengan usia 60 tahun keatas. Kondisi ini kerap menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu, seperti sulit buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, atau malah terlalu sering buang air kecil. Â Â Â Â