Target PAD Cilegon Tahun 2027 Sebesar Rp 1,5 Triliun
- Dokumentasi
VivaBanten – Pemkot Cilegon menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,5 triliun pada 2027 ini. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena sebelumnya hanya dikisaran Rp 900 miliar.
Berbagai langkah telah dilakukan, seperti mensosialisasikan dan menyisir sumber pendapatan baru ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantaranya ke BPKAD, Disperindag, Lingkungan Hidup hingga BUMD.
“BUMD ini salah satu terkait dengan deviden. Jadi kita mensimulasikan supaya kita bisa terukur, jangan sampai asal memasang target, takut nanti gagal bayar. Pak Wali Kota juga menyampaikan kepada kita agar semua bisa terukur. Manti kita eksposes kan itu atas nama Satgas PAD kepada Wali Kota terkait dengan tugas yang disampaikan kepada kita untuk bisa mencapai PAD di 2027 sebesar Rp 1,5 trilin,” kata Plt Asisten Daerah (Asda) II Setda Kota Cilegon, Tunggul Fernando Simanjuntak, ditulis Senin, 26 Januari 2026.
Tunggul menjelaskan, Satgas PAD tidak akan terfokus pada pendapatan yang sudah ada. Tetapi akan menyasar sumber lainnya.
Salah satu rencananya pengendalian kendaraan bermotor di kawasan tertentu, termasuk kendaraan besar yang melintas direncanakan wajib membayar tarif retribusi.
Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.
- Pemkot Cilegon
Kemudian optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD), salah satunya lahan eks-Matahari, dari sekadar sewa menyewa menjadi objek kerja sama, seperti hotel atau pusat bisnis, guna mendongkrak pemasukan.
“Kami memperkirakan dengan menggunakan retribusi untuk kendaraan besar melintas di JLS akan mampu menyumbang pendapatan hingga Rp 160 miliar per tahun, tapi, ini baru asumsi. Kedepan, kami akan lakukan diskusi dengan Kemendagri untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) agar inovasi ini tidak menabrak UU nomor 1 tahun 2023," jelasnya.
Kenaikan PAD Kota Cilegon tentunya akan berpengaruh pada pembangunan hingga kesejahteraan masyarakat.
Karenanya, Wali Kota Cilegon, Robinsar, ingin Satgas PAD bisa menaikkan pendapatan asli daerah dari berbagai sektor yang bisa digali.
Selain itu, kemandirian ekonomi dan pembangunan, juga berdampak pada kebahagiaan masyarakat di Kota Cilegon.
“Beliau (Wali Kota) memiliki target agar belanja pegawai di Cilegon turun 30 persen dari tahun sebelumnya. Adanya proyek pembangunan JLU secara mandiri tanpa harus meminjam ke sarana Multi Infrastruktur. Jika target ini tidak tercapai, pilihannya hanya dua, TPP dipotong atau penggabungan OPD sebagai efisiensi," jelasnya.