Pulau Merak Besar Dipilih Jadi Pusat HUT RI ke-81, Ternyata Simpan Sejarah Perang dan Ancaman Besar yang Jarang Diungkap

Pegiat sejarah Banten, Yadi Ahyadi
Sumber :
  • Taufik Hidayat/VIVA Banten

VIVA BANTEN – Penetapan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon sebagai pusat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang bukan sekadar pilihan lokasi seremoni. Kawasan di Selat Sunda itu memiliki nilai sejarah yang kuat sekaligus menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana dan pentingnya menjaga lingkungan.

img_title Cerita Penemuan Pelampung oleh TNI AL di Selat Sunda Saat Mencari Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal yang Hilang Kontak

Pegiat sejarah, peneliti, sekaligus perawat naskah kuno asal Banten, Yadi Ahyadi, mengatakan Pulau Merak Besar menyimpan jejak penting perjalanan bangsa yang belum banyak diketahui publik. 

Menurutnya, kawasan Selat Sunda pernah menjadi medan pertempuran besar saat Jepang mulai memasuki wilayah Hindia Belanda pada awal 1942.

img_title Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Diperluas, Basarnas Lampung Ikut Menyisir

"Ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali peristiwa sejarah yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat," kata Yadi Ahyadi yang akrab disapa Abah Yadi saat ditemui di Pulau Merak Besar, Sabtu (15/8/2026).

Ia menjelaskan, pertempuran di Selat Sunda berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 1942. Saat itu armada Jepang menjadikan Selat Sunda sebagai jalur strategis untuk memasuki Pulau Jawa.

img_title Basarnas Banten Sebut Lima Wartawan Berstatus Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau

Dalam pertempuran tersebut, sejumlah kapal perang dan kapal selam milik Belanda bersama pasukan Sekutu, termasuk Australia, mengalami kehancuran akibat serangan Jepang. Hingga kini, bangkai beberapa kapal perang masih berada di dasar laut Selat Sunda dan menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah tersebut.

Menurut Abah Yadi, fakta sejarah itu masih belum dikenal luas oleh masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan HUT RI di Pulau Merak Besar juga diisi dengan orasi budaya yang bertujuan memperkenalkan kembali sejarah kawasan tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menilai Selat Sunda memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia dari arah Samudra Hindia. Pemahaman terhadap sejarah kawasan itu dinilai penting agar masyarakat semakin menghargai nilai perjuangan bangsa.

Selain mengangkat sejarah, kegiatan HUT RI juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan strategis. Abah Yadi menegaskan bahwa pertahanan wilayah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Menurutnya, pengetahuan terhadap sejarah mampu menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap daerah tempat tinggal. Dengan begitu, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan.

Halaman Selanjutnya
img_title