Hutan Kalimantan Lebih 'Purba' Dari Amazon
- Ist
VIVA Banten – Hutan Kalimantan diperkirakan berusia antara 130 hingga 140 juta tahun, menjadikannya jauh lebih tua daripada hutan Amazon (sekitar 55 juta tahun). Dengan wilayahnya membentang di tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Hutan Kalimantan terbagi menjadi beberapa lapisan vertikal yang menciptakan relung ekologis bagi berbagai spesies, di antaranya
Emergent (Pohon Raksasa): Mencapai tinggi 70 meter, tempat bersarang burung elang dan rangkong.
Kanopi: Atap hijau setinggi 30-40 meter, pusat aktivitas utama satwa seperti orangutan dan bekantan.
Understory: Lapisan semak dan pohon muda dengan cahaya rendah, rumah bagi serangga dan reptil.
Lantai Hutan: Dunia gelap yang hanya menerima 1-2% cahaya matahari, tempat terjadinya proses pembusukan oleh jamur dan bakteri.
Hutan Kalimantan memiliki hewan-hewan ikonik, seperti Orangutan: Kera besar arboreal yang berperan sebagai "tukang kebun hutan" karena membantu penyebaran biji melalui kotorannya.
Bekantan: Monyet endemik dengan hidung besar dan perut buncit yang merupakan perenang ulung.
Rangkong Gading: Burung setia yang membantu regenerasi hutan dengan menyebarkan biji pohon buah dalam jangkauan jauh.
Macan Dahan: Predator puncak di kanopi dengan gigi taring terpanjang secara proporsional.
Gajah Kalimantan (Gajah Kerdil): Subspesies terkecil yang secara genetik berbeda dari gajah Asia lainnya, berperan sebagai "insinyur ekosistem".
Hutan Kalimantan juga memiliki tanaman-tanaman unik, seperti Flora Unik: Rafflesia
Bunga parasit tunggal terbesar di dunia yang tidak memiliki daun, batang, atau akar sejati.
Menggunakan bau daging busuk untuk menarik lalat sebagai agen penyerbukan.