AI, Medsos dan Masa Depan Media Massa
- Viva.co.id
Aplikasi Media Sosial terpopuler di dunia
- Pixabay
Fenomena misinformasi juga marak karena siapa pun dapat membuat konten berita tanpa jaminan kredibilitas.
"Muncul apa yang kita kenal sebagai information disorder atau kekacauan informasi. Karena apa? Kita tidak tahu lagi mana informasi yang benar atau tidak benar," tuturnya.
Hanya seseorang yang mendedikasikan dirinya untuk mengolah data dan informasilah yang bisa menghasilkan produk jurnalistik berkualitas, dengan mematuhi kode etik jurnalistik.
Wamenkomdigi menegaskan, dalam memproduksi konten berita, jurnalisme tetap memiliki keunggulan dibanding AI yaitu disiplin verifikasi.
Nezar mengaku pemerintah sedang menyiapkan peta jalan nasional AI yang diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
"Kita berharap industri media bisa adaptif dengan perubahan-perubahan yang terjadi ini," paparnya.
Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id dengan judul Nezar Patria Akui Industri Media Terguncang akibat AI