Hadapi Era AI, Multimedia Nusantara School Terapkan Kurikulum Multidimensi
- istimewa
VIVA Banten - Menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan perubahan kebutuhan dunia kerja, Multimedia Nusantara School (MNS) membekali siswa melalui kurikulum multidimensi.
Di mana, kurikulum tersebut memadukan kemampuan akademik, teknologi, keterampilan hidup, dan karakter.
Pendekatan itu diterapkan melalui perpaduan Kurikulum Nasional Merdeka, Kurikulum Internasional Pearson Edexcel, serta Sustainability Life Skill Development (SLSD) untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Teddy Surianto mengatakan, dengan pendekatan kurikulum yang terintegrasi, MNS berkomitmen mencetak lulusan yang inovatif, berkarakter kuat, dan adaptif agar siap menjadi pionir di bidang apa pun yang mereka tekuni.
"Melalui integrasi ini, siswa akan lulus dengan memiliki dua ijazah, yaitu nasional dan internasional," katanya saat seremoni Topping Off Gedung High School di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Kamis, 17 September 2026.
Nantinya, siswa juga dipandu melalui program Talent Mapping agar akurat dalam menentukan jalur pendidikan, serta dipersiapkan menghadapi ujian standar global.
"Pembelajaran diperkuat dengan pemanfaatan teknologi, pengembangan karakter, dan kesiapan menuju universitas unggulan lokal maupun top dunia," ucap dia.
Tidak hanya menerapkan kurikulum multidimensi, Multimedia Nusantara School (MNS) juga dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang pembelajaran para calon murid.
Di mana, Gedung High School dirancang modern namun tetap humanis, mulai dari keberadaan Smart Classroom interaktif, laboratorium modern, lapangan olahraga, hingga hall yang nyaman.
"Fasilitas di Gedung High School ini dirancang modern namun tetap humanis, karena kami ingin gedung ini menjadi ekosistem yang memicu rasa ingin tahu, melatih kepemimpinan (leadership), serta memupuk kreativitas tanpa membatasi impian para siswa," ujarnya.
MNS juga menyediakan pilihan kegiatan dalam bidang Technology & Innovation, Arts, Culture & Creativity, Sports & Wellness, serta Academic & Global Competencies.
Di sana, siswa dapat mengeksplorasi kegiatan seperti Robotics, Coding, Animation, Game Development, Digital Journalism, Cinematography, Drama & Theatre, Public Speaking, berbagai cabang olahraga, STEM Club, English Club, hingga Model United Nations (MUN).
"Pilihan ini mempertimbangkan hasil Initial Mapping dan Talent Mapping, minat siswa, serta pendampingan guru dan mentor. Dengan demikian, kegiatan yang diikuti dapat menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam mengembangkan passion, kompetensi, dan portofolio," ungkapnya.