Mengenal Aip Rochadi, Penerima Literasi Kepustakaan Islam Award 2024
- Istimewa
Banten.Viva.co.id - Giat dan telaten menanamkan literasi ke anak muda, perkampungan hingga masjid, membuat Aip Rochadi diganjar penghargaan kategori Pegiat Literasi Kepustakaan Islam Award 2024.
Aip dikenal lama sebagai pegiat literasi di Banten, melalui inisiatif kreatif yang inklusif. Diantaranya program perpustakaan keluarga, rak buku publik di Kampung Pekijing, dan pengembangan perpustakaan masjid Kampung Pekijing sebagai pusat literasi masyarakat.
"Saya selalu percaya literasi dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah pondasi utama dalam membangun budaya baca. Dari sanalah kita menumbuhkan minat baca, menjaga semangat untuk terus membaca, serta mengembangkan sikap moderat dan toleran," ujar Aip, Minggu, 24 November 2024.
Penghargaan sebagai pegiat literasi dalam ajang Kepustakaan Islam Award 2024 diberikan pada 23 November 2024, di Jakarta, penilaiannya dilakukan diseluruh wilayah Indonesia.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Aip dalam mendorong literasi di berbagai kalangan, terutama di wilayah Banten.
Pendekatan Aip yang unik, sering kali memadukan unsur humor dan kesederhanaan, membuat literasi terasa dekat dan menyenangkan bagi semua lapisan masyarakat.
Penerima Literasi Kepustakaan Islam Award 2024.
- Istimewa
"Keluarga adalah tempat pertama anak-anak belajar untuk memahami dunia dengan cara yang bijak dan terbuka. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk membangun literasi melalui keluarga, agar generasi masa depan tidak hanya cerdas dalam pengetahuan, tetapi juga kaya dalam nilai-nilai kebijaksanaan dan kerukunan," ungkapnya.
Ajang Kepustakaan Islam Award 2024 ini diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas penulis, pustakawan, pengelola komunitas literasi, hingga akademisi.
Aip Rochadi berhasil memikat perhatian dewan juri berkat pendekatan inovatifnya yang mengedepankan inklusivitas dan keberlanjutan dalam meningkatkan budaya literasi.
Dukungan dari berbagai pihak juga turut menguatkan langkah Aip. Mulai dari berbagai tokoh masyarakat Pekijing hingga berbagai komunitas.
Dukungan tersebut menjadi fondasi bagi keberlanjutan program-programnya, yang menargetkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dengan penghargaan ini, Aip bertekad untuk terus menginspirasi masyarakat di Indonesia terutama di perkampungan, agar mencintai literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di kampungnya.