Aplikasi Maung Banten Sehat dari Biddokes Polda Banten
- Polresta Serkot
VivaBanten – Aplikasi Maung Banten Sehat dari Biddokes Polda Banten telah diluncurkan, untuk menjaga kesehatan personel polri. Transformasi layanan kesehatan berkala bagi personel Polri dan ASN dilingkup Polda Banten ini diinisiasi oleh AKBP dr Purwadi dari Biddokkes Polda Banten, sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) XXVI tahun 2025.
Sebelum hadirnya Maung Banten Sehat, pemeriksaan kesehatan berkala dilakukan secara manual. Prosedur input, rekapitulasi, hingga pelaporan hasil pemeriksaan memakan waktu yang lama, berkisar antara tiga hingga tujuh hari.
Selain memakan waktu, data sering kali tidak terintegrasi dengan baik antar-Satuan Kerja (Satker).
Gagasan ini menegaskan komitmen Polri untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui digitalisasi pelayanan yang efisien, presisi, dan berorientasi pada hasil. Sehingga personel bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional.
Donor Darah di Polresta Serkot.
- Polresta Serkot
"Kondisi manual ini menjadi hambatan serius bagi pimpinan dalam mendapatkan informasi kondisi kesehatan personel secara cepat dan akurat, yang padahal sangat penting untuk mendukung kebijakan operasional maupun pembinaan karier," ujar AKBP dr Purwadi, Rabu, 05 November 2025.
Melalui Maung Banten Sehat, data hasil pemeriksaan kini dapat diakses secara real-time, aman, dan berbasis bukti. Hal ini secara signifikan mempermudah pimpinan dalam pengambilan keputusan strategis di bidang sumber daya manusia (SDM).
Melihat urgensi tersebut, AKBP dr Purwadi menggagas sebuah sistem digital terpadu yang mengintegrasikan seluruh proses pemeriksaan kesehatan.
"Melalui pendekatan ini, Biddokkes Polda Banten bertransformasi menjadi pilar penting yang mendukung ketahanan SDM Polri, memastikan setiap personel siap secara fisik dan mental dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," terangnya.
Berikut fitur yang ada di aplikasi Maung Banten Sehat :
1) Input digital hasil pemeriksaan langsung oleh tenaga medis di lapangan.
2) Dashboard pimpinan real time untuk pemantauan cepat kondisi kesehatan personel.
3) Pelaporan itomatis dan analisis tren penyakit terbanyak.
4) Keamanan data berlapis dengan sistem enkripsi internal yang terjamin.
5) Integrasi lintas satker untuk mendukung kebijakan fit for duty dan pembinaan kesehatan berkelanjutan.