Waspadai Faktor Resiko Kanker Payudara Pada Pria

Dr. Sonar Soni saat memaparkan kanker payudara
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - Kanker payudara nyatanya tidak hanya menyerang para wanita, namun juga bisa menyerang pria. Meski memang persentase pasien kanker payudara pria sangat kecil.

img_title Usung Konsep Japanese Luxury Wellness, Izumi Reflexology Resmi Dibuka di Gading Serpong Tangerang

"Jangan salah, kanker payudara ini bisa menyerang pria juga, tapi memang kalau perbandingannya itu 1 banding 100," kata Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS, Spesialis Bedah Konsultan Onkologi di Tangerang.

Kanker payudara para pria disebabkan oleh banyak faktor terutama gaya hidup yang buruk, seperti mengonsumsi alkohol ataupun merokok.

img_title Tiba di Debarkasi, Pemerintah Kota Tangerang Pantau Kondisi Kesehatan 390 Jemaah Haji

Berbeda dengan wanita, pasien penderita kanker payudara para pria ini rata-rata berusia 50 tahun ke atas.

"Tidak ada ciri khusus untuk kanker payudara para pria. Namun memang kalau penderita itu rata-rata usia 50 ke atas, beda dengan wanita, pasien saya yang termuda itu usia 18 tahun," ujarnya.

img_title Pemkot Tangerang Siagakan Tenaga Medis, Cek Kesehatan Jemaah Haji Saat Tiba di Debarkasi

Atas kondisi itu, ia juga menyarankan adanya pemeriksaan dini khususnya pada wanita untuk mengetahui kondisi kesehatan payudaranya.

Salah satu cara dengan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) yakni pemeriksaan rutin yang dilakukan wanita setelah masa menstruasi selesai dengan menggunakan tiga jari dan memijat pelan payudara.

"Melihat banyaknya pasien wanita, maka tentunya harus diwaspadai ya. Sehingga, harus paham untuk bisa deteksi dini, seperti melakukan Sadari, lalu secara klinis sampai dengan USG dan Mammogram," jelas dia.

Untuk melakukan penanganan kanker, dr. Sonar menyebutkan, bila tidak semua harus dilakukan operasi dengan pemangkasan habis payudara. Melainkan, dapat dilakukan dengan menggunakan obat untuk memperkecil ukuran kanker sebelum penanganan operasi.

"Soal penanganannya tentu banyak ya, ada kemoterapi, mastektomi, radioterapi. Tapi, hingga saat ini momok yang ada itu, kalau kena kanker payudara ya dioperasi habis, padahal tidak begitu juga. Bisa dengan penanganan obat dulu agar memperkecil ukuran baru operasi, atau kalaupun mastektomi, kita bisa melakukan rekontruksi. Tentunya, untuk menghindari hal-hal ini, kita harus sadar untuk melakukan deteksi," ungkapnya.