Pemkot Tangerang Siagakan Tenaga Medis, Cek Kesehatan Jemaah Haji Saat Tiba di Debarkasi

Layanan keimigrasian pada jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan, menyiagakan tenaga medis dalam proses pemeriksaan kesehatan bagi jemaah haji yang telah kembali ke tanah air, khususnya yang melalui debarkasi Asrama Haji Banten, Grand El-Hajj Cipondoh, Kota Tangerang.

img_title Tiba di Debarkasi, Pemerintah Kota Tangerang Pantau Kondisi Kesehatan 390 Jemaah Haji

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan, Pemkot Tangerang telah menyediakan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk membantu Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta.

Hal ini untuk memastikan semua jemaah haji dapat kembali ke keluarga dalam kondisi aman dan sehat.

img_title Fase Kepulangan Jemaah Haji 2026, Imigrasi Bandara Soetta Optimalkan Seamless Corridor Gate

"Kami mendukung penuh langkah panitia dan pihak berwenang di sini. Sesuai prosedur yang berjalan, setiap jemaah haji yang tiba langsung diperiksa," katanya, Rabu, 3 Juni 2026.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan yang baik akan langsung diserahkan ke pemerintah daerah.

img_title Sambut Kepulangan Haji, 836 Jemaah Bakal Tiba Perdana di Bandara Soetta

"Proses pemeriksaan kesehatan yang berjalan merupakan bagian dari prosedur pemulangan jemaah haji yang berlaku," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk mendeteksi potensi penyakit sehingga upaya penanganan dapat segera dilakukan apabila diperlukan.

Selain itu, Pemkot Tangerang akan memantau perkembangan kesehatan semua jemaah haji asal Kota Tangerang selama tiga pekan setelah jemaah kembali ke rumah lewat puskesmas di lingkungan masing-masing.

"Tidak berhenti di situ, kami juga akan melakukan monitoring kondisi kesehatan jemaah haji yang sudah tiba di Kota Tangerang selama tiga minggu. Selama periode tersebut, jemaah yang mengalami keluhan kesehatan bisa memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ungkapnya.