Rektor UIN SMH Banten Minta Seluruh Ormawa, Realisasi 61 Program Kerja Harus Tuntas dalam Enam Bulan

Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom
Sumber :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

VIVA BANTEN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, memberikan arahan tegas kepada seluruh organisasi mahasiswa (Ormawa) agar mempercepat pelaksanaan program kerja yang telah disusun. Ia menekankan masih terdapat 61 program kerja yang harus diselesaikan dalam enam bulan masa kepengurusan yang tersisa.

img_title Rektor UIN SMH Banten Hadiri Rukun Festival, Menag Gaungkan Persatuan di Atas Toleransi demi Perkuat Bangsa

 

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Umum Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) bertema "Akselerasi Kinerja Ormawa: Menyelaraskan Langkah Menuju Visi Bersama" yang berlangsung di Multifunction Hall UIN SMH Banten, Senin (29/6/2026).

img_title UIN Banten Pangkas UKT 50 Persen untuk Mahasiswa Semester 13, Ini Syarat dan Jadwal Pengajuannya

 

Forum tersebut dihadiri Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), Ketua SEMA-U, serta seluruh Ketua DEMA Fakultas di lingkungan UIN SMH Banten.

img_title UIN Banten Cetak 4 Guru Besar Baru, Siap Dongkrak Mutu Pendidikan dan Perkuat Dunia Akademik

 

Dalam sambutannya, Prof Muhammad Ishom menilai percepatan pelaksanaan program menjadi prioritas utama. Menurutnya, seluruh organisasi mahasiswa harus memperkuat koordinasi agar setiap kegiatan berjalan efektif dan tidak saling bertabrakan.

 

Ia juga meminta hasil pembahasan program di Badan Musyawarah Mahasiswa (BMA) maupun SEMA segera disinkronkan. Langkah itu dinilai penting agar proses penganggaran dapat berlangsung lebih cepat sehingga pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan.

 

"Kami memohon program yang telah dibahas di masing-masing BMA maupun SEMA segera dikoordinasikan supaya anggarannya bisa diproses. Kita memiliki tanggung jawab moral dalam statuta kampus untuk menjunjung tinggi nilai Spirituality, Intellectuality, dan Professionality (SIG)," ujar Prof Muhammad Ishom.

 

Selain menyoroti percepatan program kerja, rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika selama berorganisasi. Ia menegaskan mahasiswa tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

 

Menurutnya, budaya kritis merupakan bagian dari kehidupan akademik yang harus terus dijaga. Namun, setiap bentuk penyampaian aspirasi harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan kampus.

 

"Saya tidak akan mengintervensi karena saya juga pernah menjadi aktivis. Silakan mengkritisi isu lokal maupun nasional. Demo juga dipersilakan, tetapi gunakan almamater. Itu bukan untuk membatasi kebebasan mahasiswa, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan kalian," tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua SEMA-U, Taosyekh Nawawi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rektor dalam sidang umum tersebut. Menurutnya, dukungan pimpinan universitas menjadi dorongan bagi organisasi mahasiswa untuk memperkuat sinergi serta menyamakan arah gerakan.

Halaman Selanjutnya
img_title