Haul Masyaikh PP Al-Fathaniyah Tengkele, Ratusan Warga Banten Datang Cari Berkah dan Kenang Jasa Guru Mulia
Banten.viva.co.id – Ratusan warga Banten memenuhi halaman Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Cipocok Jaya, Kota Serang, dalam rangka Haul Masyaikh, pada Kamis malam, 20 Maret 2025.
Mereka datang untuk mengikuti Haul Masyaikh, sebuah acara tahunan yang diadakan untuk mengenang wafatnya dua pendiri pondok yang sangat dihormati, Abuya KH Syarqowi bin Rofiq dan Hj Mahdiyah binti KH Rohmatullah.
Acara ini bukan hanya sekedar peringatan biasa, namun menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mencari berkah dan mengenang jasa besar kedua pendiri pesantren.
Abuya KH Syarqowi bin Rofiq wafat 19 tahun yang lalu, sementara Hj Mahdiyah binti KH Rohmatullah meninggal sembilan tahun lalu. Keduanya dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam mendirikan dan mengembangkan Pondok Pesantren Al Fathaniyah, yang kini menjadi pusat pendidikan agama terkemuka di Banten.
Haul Masyaikh dimulai dengan pembacaan manaqib, yang berisi riwayat hidup Abuya KH Syarqowi bin Rofiq.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Semua rangkaian acara berlangsung khidmat di Majelis Utama Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.
Pembacaan tahlil dipimpin oleh KH Ariman Anwar, sementara doa dipimpin oleh KH Daelami Pelamunan.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, KH Matin Syarkowi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir, meskipun mereka harus menyisihkan waktu dari aktivitas sehari-hari.
"Kami mohon keikhlasan dan ridho dari semua yang hadir untuk mendoakan orang tua kami, KH Syarqowi bin Rofiq dan Hj Mahdiyah binti KH Rohmatullah," ungkap KH Matin.
KH Matin juga mengenang kedekatan ayahnya dengan KH Ariman Anwar, ulama sepuh asal Lopang, Kota Serang, yang turut hadir dalam acara tersebut.
"Bapak saya dan KH Ariman Anwar adalah sahabat karib sejak lama," jelasnya.
Senada dengan itu, KH Ariman Anwar membagikan kenangannya bersama Abuya KH Syarqowi bin Rofiq.
"Saya dan Abuya KH Syarqowi sering berkumpul dalam pengajian dan halaqah ulama sejak tahun 1970-an. Kami bertemu di Lontar, Kota Serang. Jadi, hubungan kami sudah terjalin lebih dari setengah abad," kenangnya.