Kenapa Ibnu Muljam Tak Dimaafkan Sejarah?

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom
Sumber :
  • VIVA Banten/Taufik Hidayat

VIVA BANTEN – Ibnu Muljam nama lengkapnya Abdurrahman bin Amru al-Himyary. Pria asal Mesir berkulit hitam namun tampan dan rambutnya terurai sampai cuping telinga. Ciri-cirinya di dahinya terdapat bekas sujud dan dikenal sebagai seorang penghafal Al-Qur’an.

img_title Cetak Instruktur Junior Berkompeten, UIN Banten Gandeng BBPVP Serang Siapkan SDM Unggul Hadapi Dunia Kerja

Akan tetapi sejarah mencatatnya sebagai sosok yang tak pantas dikasihani. Sekalipun dirinya telah dihukum qisas, setimpal dengan kejahatan yang diperbuatnya membunuh amirul mukminin, Ali bin Abi Thalib.

Ibnu Muljam dieksekusi di halaman Masjid Kuffah tahun 40 H. Pemimpin transisi waktu itu yakni Al-Hasan bin Ali menjatuhkan hukuman kepada Ibnu Muljam, sesuai wasiat Ali bin Abi Thalib sebelum wafat. Pesan beliau: "sekali tusukan saja engkau jatuhkan qisas kepada Ibnu Muljam sebab dirinya juga hanya menyerangku dengan sekali tusukan!!"

img_title Soroti 'Ruang Abu-Abu' Aliran Kepercayaan, UIN SMH Banten Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Pengakuan Negara

Walaupun Ibnu Muljam telah menerima hukuman setimpal, namun uniknya namanya selalu dianggap buruk dalam sejarah Islam. Mengapa kejahatannya tidak dimaafkan oleh sejarah? Apa karena korbannya adalah amirul mukminin, Ali bin Abi Thalib?

Islam pada prinsipnya tidak boleh mengungkit keburukan dan kejahatan orang, terutama jika yang bersangkutan sudah mendapatkan hukuman setimpal. Namun tidak demikian perlakuan terhadap Ibnu Muljam. Namanya selalu diingat dalam sejarah Islam sebagai penjahat selayaknya Abu Jahal dan Abu Lahab.

img_title Dr. Masykur Resmi Nahkodai IKASUKA Banten, Bakal Siap Hidupkan Khazanah Keislaman dan Budaya Lokal

Kejahatan Ibnu Muljam bukan sebatas mengakhiri hidup Ali bin Abi Thalib. Tapi ia adalah pengkhianat yang menyebabkan kejahatannya selalu diungkit sepanjang zaman. Dirinya mengkhianati Ali bin Abi Thalib padahal ia telah berbaiat setia kepada sang amirul mukminin dan bahkan tercatat beberapa kali bertempur bersama beliau. 

Banyak yang mengaitkan motivasi Ibnu Muljam menyerang Ali bin Abi Thalib karena alasan berseberangan ideologi politik. Ibnu Muljam adalah seorang Khawarij. Tapi motifnya sebenarnya bukan itu saja.

Ibnu Muljam sangat tega menghabisi hidup Ali bin Abi Thalib karena dirinya terbujuk rayu seorang wanita berparas ayu bernama Qatam binti al-Sajna. Tanpa terencana sebelumnya keduanya dipertemukan di teras Masjidil Haram, Makkah.

Pada saat itu Ibnu Muljam sedang duduk bersama beberapa orang dari Bani Taym al-Ribab, dan mereka sedang membicarakan orang-orang yang gugur dalam Perang Nahrawan. Tiba-tiba, mendekatlah Qatam binti al-Shajna yang bercerita bahwa ayah dan saudara laki-lakinya terbunuh oleh pedang Ali bin Abi Thalib dalam Perang Nahrawan.

Halaman Selanjutnya
img_title