Egalitarisme Kebudayaan dan Seni Bagi Anak Disabilitas
VivaBanten – Kebudayaan maupun kesenian selalu berbicara kemanusiaan dan egalitarisme. Termasuk kepada penyandang disabilitas, mereka pun selayaknya mendapatkan hak yang sama.
Anak-anak disabilitas pun bisa bebas berkarya dalam seni dan budaya. Mereka berhak unjuk kemampuan untuk mendapat apresiasi.
"Kedepan, ketika ada event kebudayaan, kami akan ajak dan gandeng anak-anak tersebut untuk bisa tampil dan menunjukkan bakat yang mereka miliki," ujar Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKC), Ayatullah Khumaeni, ditulis Senin, 03 November 2025.
Tim DKC tengah membahas event yang akan melibatkan anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk menampilkan kemampuan mereka dibidang budaya dan seni.
Parade Budaya di Bandara Soekarno-Hatta
- Istimewa
Setiap anak Indonesia, khususnya Cilegon, harus diapresiasi dalam setiap kelebihan yang mereka miliki, kemudian turut serta melestarikan kebudayaan dan kesenian nusantara.
"Kami akan buat program itu dan akan kami godok dengan tim kebudayaan untuk melibatkan mereka saat acara kebudayaan di Cilegon," terangnya.
Cilegon sendiri memiliki banyak kebudayaan dan kesenian, seperti batik, bendrong lesung hingga rudat. Untuk terus lestari, perlu peran serta generasi muda, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Mereka juga memiliki peran untuk mengharumkan nama Cilegon melalui seni dan budaya diseluruh wilayah Indonesia.
Batik Sasambo
- Pertamina
"Ini tantangan bagi saya selaku Ketua Kebudayaan Cilegon untuk bisa menyandang anak-anak dan tim kebudayaan Cilegon agar bisa membawa kebudayaan Cilegon lebih terkenal lagi," jelasnya.