Target Indonesia Emas 2045 dan Suramnya Nasib Guru Honorer
- Pixabay/Syauqifillah.
VivaBanten – Pemerintah selalu menggaungkan Indonesia Emas 2045. Mulai dari mendirikan Sekolah Rakyat (SR), Sekolah Garuda, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan triliunan anggaran negara.
Disisi lain, ada banyak guru honorer yang bakal dirumahkan pada 2026 mendatang. Efeknya, sekolah bakal kekurangan guru. Jika ini terjadi, maka akan berbanding terbalik dengan cita-cita pemerintah.
Perumahan guru honorer dan sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, karena berbenturan dengan peraturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), yang menyatakan honorer harus dihapus pada 2026. Disisi lain, masih banyak sekolah yang kekurangan guru.
"Rp 600 ribu per bulan (honorer). Kalau dibilang cukup dengan gaji Rp 600 ribu, memang enggak cukup. Kami meminta agar pemerintah bisa memperjuangkan nasib kami para guru honorer agar tidak dirumahkan," ujar Anita, salah satu guru honorer Bahasa Inggris Kota Cilegon, ditulis Rabu, 26 November 2025.
Evi Afriani yang sudah menjadi guru honorer selama 21 tahun hanya menerima Rp 750 ribu per bulan yang dibayar setiap tiga bulan. Meski tidak sejahtera, dirinya rela mengajar karena kadung sayang dengan para muridnya.
Dirinya tetap menjadi honorer karena lulusan Diploma 2. Evi tidak bisa melanjutkan ke jenjang Strata 1, karena keterbatasan ekonomi. Meski begitu, dia berharap ada kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu para guru yang telah berjuang mencerdaskan kehidupan berbangsa dan negara.
"Per 3 bulan saya hanya terima Rp 750 ribu. Meskipun kecil, saya bawa happy aja. Nikmati aja meskipun tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Evi, ditulis Rabu, 26 November 2025.
Siswa Makan Siang Gratis di Sekolah.
- Vlix
Hasan Basri, guru honorer yang mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI), salah satu hal penting membentuk karakter generasi penerus bangsa Indonesia Emas 2045, hanya menerima honor Rp 675 ribu yang dibayarkan per tiga bulan sekali.
Dirinya sudah mengajukan Agama Islam ke para murid sejak 11 tahun lalu. Kini dirinya terancam berpisah dengan sekolah dan siswa yang di sayanginya, karena peraturan BKN.
Hasan Basri berharap ada kebaikan hati Prabowo Subianto memperhatikan nasib guru honorer yang telah lama mengabdi bagi dunia pendidikan Indonesia.
"Ada juga teman-teman sesama guru honorer menerima Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu. Cairnya per tiga bulan sekali. Saya hanya berharap, agar pemerintah bisa menerima dan mengangkat kami para guru honorer ini. Kami cemas, ada rencana dirumahkan untuk guru-guru honorer ini. Kami berharap selaku guru honorer jangan sampai itu terjadi," ucapnya.