Dari Garasi ke Literasi, TBM 3AO di Bandung Barat
- Istimewa.
VivaBanten – Dari Garasi ke Literasi, ungkapan yang dianggap cocok bagi gerakan literasi di Kampung Sukasari, Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Berawal dari sebuah garasi sederhana dengan rak buku yang terbatas, kini cita-cita menghadirkan ruang belajar bagi masyarakat telah tumbuh menjadi sebuah gerakan literasi yang lebih besar. Pada Sabtu, 01 Agustus 2026, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 3AO (Bertiga Arts Organize) diresmikan, sebagai babak baru pengembangan literasi berbasis masyarakat di bawah naungan Yayasan 3AO.
Perjalanan TBM 3AO bermula dari program "1 Review 1 Bulan" yang digagas Batujajar Community Care (BCC), komunitas yang beranggotakan guru-guru SMP Negeri 2 Batujajar. Komunitas ini awalnya berfokus membantu siswa-siswi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Kepedulian tersebut tidak berhenti pada bantuan pendidikan, BCC menghadirkan berbagai program pengembangan diri, mulai dari workshop movie maker, cooking class, entrepreneurship, hingga pelatihan keterampilan lainnya agar anak-anak memiliki bekal menghadapi tantangan masa depan.
Pada tahun 2020, komunitas menyewa sebuah garasi yang difungsikan sebagai sekretariat sekaligus perpustakaan mini. Meski koleksi bukunya masih sederhana, tempat itu perlahan berubah menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkarya, dan berbagi pengalaman. Dari ruang kecil itulah lahir berbagai kegiatan literasi yang melibatkan anak-anak asuh maupun masyarakat sekitar.
Perjalanan tersebut terus berkembang hingga pada tahun 2024, perpustakaan mini resmi bertransformasi menjadi Perpustakaan 3AO.
Transformasi diawali melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik hasil kolaborasi dengan Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Teknologi Bandung (UTB), yang melibatkan warga Kampung Sukasari dan anak-anak asuh Batujajar Community Care.
Setelah melalui proses pengembangan kelembagaan dan program, pada 1 Agustus 2026 Perpustakaan 3AO resmi berubah status menjadi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 3AO.
Dengan status baru tersebut, TBM 3AO akan menjalankan berbagai program literasi, pengembangan kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
"Kami tidak ingin TBM hanya dikenal sebagai tempat menyimpan buku. Kami ingin menjadikannya ruang tumbuh, ruang berkarya, dan ruang harapan bagi masyarakat. Dalam lima tahun ke depan kami menargetkan TBM 3AO menjadi lembaga yang semakin profesional, memiliki program yang berkualitas, didukung SDM yang kuat, dan mampu melahirkan lebih banyak generasi yang mencintai literasi," ujar Penggagas TBM 3AO, Yuniarti, Senin, 03 Agustus 2026.