Timnas Kian Disegani, Ian Maatsen Disebut Kecewa ke Belanda dan Siap Bela Indonesia

Ian Maatsen saat berseragam Chelsea
Sumber :
  • Instagram @maatsen_

Banten.viva.co.idTimnas Indonesia tampil lebih menjanjikan belakangan ini. Langkah besar PSSI merekrut jajaran pelatih Belanda, mulai dari Patrick Kluivert hingga Gerald Vanenburg, tampaknya berbuah manis. 

img_title Kapolda Banten Hengki Akui Kecewa, Argentina Tumbang dari Spanyol 1-0 di Final Piala Dunia 2026

Permainan skuad Garuda pun dinilai semakin solid, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain diaspora Eropa. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah Timnas Indonesia kini begitu disegani hingga membuat beberapa talenta Belanda tergoda, termasuk Ian Maatsen?

img_title Persib Bandung Resmi Kenalkan Layvin Kurzawa dan Dion Marx

Nama Ian Maatsen, bek sayap Chelsea, santer dibicarakan di kalangan penggemar. Ia sempat dipanggil Timnas Belanda secara mendadak saat UEFA Euro 2024, tetapi tidak bermain satu menit pun. 

Keputusan Ronald Koeman kala itu membuat Maatsen kecewa. Ia merasa kesempatannya minim, padahal ia punya potensi besar. 

img_title Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, PSSI Targetkan Skuad Garuda Bisa Lolos di 2030

Isu terbaru menyebut Maatsen mulai berpikir untuk membela Indonesia, terutama setelah melihat betapa seriusnya PSSI merombak Timnas.

Banyak yang menilai Maatsen punya skill kelas dunia di pos bek kiri. Kemampuannya sudah teruji di Premier League saat membela Chelsea. 

Di sisi lain, Indonesia memiliki nilai plus: pemain diaspora lain sedang tampil memukau di level Eropa. 

Contoh nyata adalah Mees Hilgers dan Kelvin Verdonk yang terus menunjukkan stabilitas. 

Maatsen disebut tertarik merasakan atmosfer serupa, apalagi fans Indonesia kerap memberikan dukungan luar biasa di media sosial.

Perombakan di tubuh Timnas tak berhenti pada pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. 

PSSI juga aktif menambah pemain diaspora yang berpengalaman di liga-liga Eropa. Banyak pihak pun menilai Indonesia kini bukan lagi tim lemah di Asia. 

Mereka mampu menahan tim kuat dan bahkan membuat tim-tim ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam mulai waspada.

Patrick Kluivert, legenda sepak bola Belanda, menanamkan filosofi total football yang menekankan penguasaan bola dan tekanan tinggi. 

Didukung asisten seperti Denny Landzaat, Alex Pastoor, dan Gerald Vanenburg, Kluivert berupaya membangun pondasi baru. 

Kehadiran para pemain diaspora menambah ketangguhan Garuda.

Tak heran jika kabar kedatangan Ian Maatsen kian membuat lawan-lawan di Grup C mulai menyiapkan strategi khusus.

Ian Maatsen bukan satu-satunya talenta muda yang minim kesempatan di Timnas Belanda. Ronald Koeman kerap dituduh mengutamakan pemain tertentu atau kurang adil menilai potensi Maatsen. 

Halaman Selanjutnya
img_title