Panas! Calvin Verdonk Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Kecurangan Bahrain dan China

Calvin Verdonk Latihan Bersama Timnas Indonesia
Sumber :
  • PSSI

Banten.viva.co.idCalvin Verdonk kembali ke Belanda setelah membela Timnas Indonesia dalam dua laga krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026

img_title 2 Juta Kosmetik Asal Cina Bernilai Rp27,6 Miliar Disita BPOM

Pemain yang kini membela NEC Nijmegen itu mencurahkan isi hatinya tentang pengalaman pahit saat berlaga melawan Bahrain dan China.

Dalam wawancara dengan media Belanda, Forza NEC, Calvin tak menutupi rasa kecewanya. Meski Indonesia berharap meraih tiga poin penuh, kenyataan berkata lain. 

img_title Melanggar Ketentuan Ekspor, 11 WN Cina Diamankan Bea Cukai Usai Bawa 17 Kilogram Emas dari PIK

"Ini pertandingan di mana seharusnya kami bisa meraih poin penuh, tapi sayangnya itu tak terjadi," ungkap Calvin.

Salah satu momen yang masih membekas di benak Calvin adalah ketika Timnas Indonesia berhadapan dengan Bahrain. 

img_title Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, PSSI Targetkan Skuad Garuda Bisa Lolos di 2030

Pertandingan tersebut berakhir imbang 2-2, namun bukan tanpa kontroversi. 

Calvin menyoroti kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah, terutama saat Bahrain mencetak gol di menit ke-99.

“Wasit di pertandingan itu benar-benar buruk. Kami diberi tahu ada tambahan waktu enam menit, tapi mereka mencetak gol di menit ke-99," ujarnya. 

"Sepertinya wasit sengaja membiarkan permainan berlanjut hingga Bahrain mencetak gol,” keluhnya. 

Calvin juga mengakui bahwa permainan Timnas Indonesia sendiri tidak optimal saat melawan Bahrain. 

Meskipun kontroversi wasit menjadi sorotan, ia merasa timnya kurang beruntung dalam situasi tersebut.

Laga melawan China juga tak berakhir manis bagi Indonesia. Calvin menceritakan bagaimana Timnas Indonesia sebenarnya difavoritkan menang dalam pertandingan tersebut, namun akhirnya harus menyerah dengan skor 1-2.

“Kami difavoritkan melawan China, tapi kami langsung tertinggal di babak pertama. Setelah itu, sulit untuk bangkit,” jelas Calvin. 

Ia juga mengkritik strategi China yang suka mengulur waktu, terutama saat unggul di babak pertama.

“Kiper mereka selalu terjatuh dan berpura-pura cedera tulang rusuk. Ini bahkan sudah dimulai saat skor masih 0-0. Kami mencoba mengejar, tapi gol balasan datang terlambat,” tambahnya dengan nada kesal.

Calvin menekankan bahwa selain faktor eksternal, seperti wasit dan trik dari lawan, Timnas Indonesia juga punya tanggung jawab atas kekalahan tersebut. 

Menurutnya, salah satu faktor kunci yang membuat Indonesia gagal bangkit melawan China adalah kurangnya konsentrasi, terutama di awal permainan.

Halaman Selanjutnya
img_title