Kementan Bersama BAIS Luncurkan Aplikasi Fortuna, Dukung Peningkatan Produksi dan Kawal Sawah Petani
- Kementan
Banten.Viva.co.id - Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Forecasting Organisme Pengganggu Tumbuhan Nasional (SIFORTUNA). Acara dihelat bersamaan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dan penganugerahan DAT Award di Hotel Harper Purwakarta, pada Kamis, 09 November 2023.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Dirjen Tanaman Pangan, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Kepala BBPOPT, Kepala BPTPH dan Petugas POPT seluruh Indonesia baik yang hadir secara fisik maupun virtual.
Baca Juga :
dr Zaidul Akbar Bagikan Cara Sehatkan Jantung Hingga Darah Pakai Bumbu Dapur
Harga Cabai yang Alami Kenaikan di Pasar Induk Rau, Pemkot Serang Minta Warga Tanam Sendiri
Pria 37 Tahun Tewas Dibakar Teman Prianya dan Dibuang ke Empang
Dalam sambutannya, Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto mengatakan bahwa, Sifortuna merupakan media diseminasi informasi prakiraan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada komoditas tanaman pangan yaitu padi, jagung, kedelai, serta aneka kacang dan umbi (Akabi).
Aplikasi ini merupakan wujud komitmen BBPOPT dalam meningkatkan pelayanan peramalan OPT, agar informasi prakiraan serangan OPT mudah diakses dan digunakan secara luas oleh masyarakat dan stakeholder terkait sehingga sistem peringatan dini dapat dilaksanakan dengan baik dan serangan OPT dapat diantisipasi.
"Sifortuna merupakan wujud komitmen BBPOPT dalam rangka peningkatan pelayanan peramalan OPT untuk para petani, petugas maupun stakeholder terkait, guna memonitor perkembangan OPT sehingga ketika OPT terkendali maka hasil panen dan produktivitas akan ikut terdongkrak", ujar Yuris, dalam keterangan resminya, ditulis Jumat, 10 November 2023.
Lebih lanjut Yuris juga mengatakan bahwa selain Sifortuna, BBPOPT juga mengembangkan teknologi DAT (Disruptive Agriculture Technology) padi, jagung, dan kedelai. Teknologi ini merupakan rekayasa komponen-komponen yang menjadi input produksi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi penggunaan tenaga kerja, rasionalisasi sarana produksi, optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan sesuai dengan agroekosistem, serta dengan memperhatikan aspek pasar. Untuk memacu semangat para petugas pada acara ini digelar juga penganugerahan DAT Award untuk para pelaku DAT yang memenuhi kriteria dengan pencapaian terbaik.