RUPST Siloam, Bambang Soesatyo Jadi Komisaris Independen

RUPST Siloam (SILO) di Tangerang
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik untuk tahun buku 2025.

img_title Bukan Cuma Asam Urat, Waspadai Beberapa Penyakit Akibat Nyeri Sendi : Ada Lupus Hingga Kulit Keras

Salah satu pembahasan dalam rapat tersebut, siloam mengangkat dan mengangkat kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Di mana, Bambang Soesatyo ditunjuk menjadi komisaris independen menggantikan Kartini Syahrir.

Sementara itu, susunan Direksi Siloam mengangkat kembali David Utama sebagai Presiden Direktur, lalu Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan (Daniel Phua), Richard Kidarsa, dan Surya Tatang sebagai Direktur.

img_title Alfamidi Bagikan Dividen Rp396,2 Miliar Pada 25 Juni 2026

Siloam juga tengah menjalankan transformasi bisnis dengan Next Gen Siloam (NGS) untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang dan diferensiasi layanan kesehatan.

Terdapat adanya penambahan kapasitas untuk kasur, bahkan metode akuisisi pada klinik atau rumah sakit yang menjadi rencana perluasan layanan kesehatan.

img_title Siloam Catat Pendapatan 2025 Sebesar Rp12,8 Triliun : Dividen Kembali Tidak Dibagikan

"Network Premium kami berfokus pada penguatan keunggulan klinis melalui kolaborasi dengan rumah sakit terkemuka di tingkat global, peningkatan pengalaman pasien, serta investasi berkelanjutan dalam teknologi medis canggih. Sementara itu, Network Value Seeker berfokus pada keunggulan operasional, aksesibilitas, dan jangkauan layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia," kata Presiden Direktur Siloam, David Utama di Tangerang, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam rapat tersebut, Siloam membukukan total pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp12,8 triliun atau naik 5,2 persen years on years (yoy).

Lalu, EBITDA sebesar Rp2,8 triliun atau naik sebesar 18,3 persen dan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik 22,5 persen. Meski demikian, tahun ini kembali disepakati tidak adanya pembagian dividen.

"RUPST juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025, oleh karena itu, seluruh laba bersih tahun 2025 akan dicatat sebagai laba ditahan perseroan," ujarnya.

Tahun buku 2025 juga menandai tahun yang krusial bagi Siloam, seiring dengan langkah perseoran menuju arketipe operasional yang lebih terfokus, yang memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh jaringan rumah sakitnya.