Alfamidi Bagikan Dividen Rp396,2 Miliar Pada 25 Juni 2026

Public Expose PT Midi Utama Indonesia Tbk terkait hasil RUPST di Alfa Tower, Tangerang
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) bakal membagikan dividen untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 396,2 miliar pada 25 Juni 2026.

img_title PT Sepeda Bersama Indonesia Resmi Berganti Nama Menjadi PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi

Corporate Secretary PT Midi Utama Indnesia Tbk Suantopo Po mengatakan, pembagian itu berdasarkan hasil kesepakatan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), disepakati pembagian dividen sebesar Rp 396,2 miliar atau Rp 11,85 perlembarnya pada 25 Juni 2026," katanya dalam Public Expose PT Midi Utama Indonesia Tbk, di Alfa Tower, Tangerang, Kamis, 4 Juni 2026.

img_title RUPST Siloam, Bambang Soesatyo Jadi Komisaris Independen

Pembagian dividen tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Di mana, pembagian dividen tahun buku 2023 sebesar 45 persen dari laba 2024, namun tahun ini naik 5 persen dari tahun buku 2024 dari laba 2025.

Peningkatan dividen ini sejalan dengan pendapatan yang tercatat meningkat. Hingga akhir tahun 2025, perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 20,64 triliun atau tumbuh 3,79 persen.

img_title Siloam Catat Pendapatan 2025 Sebesar Rp12,8 Triliun : Dividen Kembali Tidak Dibagikan

"Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 19,89 triliun. Sementara, laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan, sebesar 45, 01 persen menjadi Rp 792,36 miliar, dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp 546,41 miliar," ujarnya.

Lanjut dia, kenaikan angka dalam pembagian dan nilai dividen yang lebih besar dari tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja positif Perseroan sepanjang tahun 2025. Serta, adanya pertumbuhan usaha yang didorong oleh ekspansi gerai berkelanjutan. Tercatat, hingga tahun 2025, jumlah gerai Alfamidi mencapai 2.587 gerai yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku dan Papua.

"Ini mencerminkan kinerja yang positif dan adanya dukungan operasional. Kami ada lebih dari 30.000 karyawan yang melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia," ungkapnya.