Contraflow Akan Diterapkan Polda Banten Saat Puncak Arus Balik
- Viva.co.id/Yandhi
VivaBanten – Contraflow akan diterapkan Polda Banten diruas tol Tangerang - Merak, saat puncak arus balik gelombang kedua di Pelabuhan Merak, yang diprediksi terjadi pada akhir pekan ini, Sabtu - Minggu, 28-29 Maret 2026.
Contraflow akan diterapkan mulai dari Gerbang Tol (GT) Merak, untuk mengurai kepadatan menuju Tol Tangerang - Merak.
Sejumlah persimpangan dan lokasi rawan macet, terutama jalur keluar Pelabuhan Merak, akan ditaruh personel kepolisian, untuk mengatur lalu lintas.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk menerapkan contraflow apabila diperlukan, serta menyiapkan mobile rider guna mengurai penumpukan kendaraan yang memasuki maupun keluar dari gerbang tol," ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, ditulis Jumat, 27 Maret 2026.
Pemudik yang sudah kembali dari Pulau Sumatera ke Jawa, baru 49 persen. Artinya, tersisa 51 persen lagi yang belum menyebrangi Selat Sunda.
Berdasarkan data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry, masih ada 121.623 unit kendaraan dari sebagai jenis yang belum kembali menyebrang dari Sumatera ke Pulau Jawa. Sedangkan untuk penumpang, masih tersisa 454.641 orang lagi. Secara umum, masih ada 51 persen pemudik yang belum kembali menyebrang dari Bakauheni ke Pelabuhan Merak.
Antrean Kendaraan Pribadi di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.
- Viva.co.id/Yandhi
"Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, ditulis Jumat, 27 Maret 2026.
Dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi skema Tiba - Bongkar - Berangkat (TBB), guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.
Pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis. Di Merak, pengaturan dilakukan melalui Rest Area KM 43, KM 68, serta Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sementara di Bakauheni, titik penyangga mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, untuk memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di pelabuhan.