Ngaku Polisi, 3 Pria Culik dan Peras Pelajar di Karawaci Tangerang

Ilustrasi Penculikan Anak
Sumber :
  • Viva.co.id

VIVA Banten - Tiga orang pria dengan inisial LE (28), LA alias AL (38), dan AP alias R (38) diamankan Polres Metro Tangerang Kota, usai mengakui sebagai seorang petugas kepolisian dan melakukan tindak penculikan disertai pemerasan pada pelajar di kawasan Karawaci, Kota Tangerang.

img_title Bentuk Generasi Emas di Era Digital, Kemenpora Dukung Kompetisi Coding dan Robotik

Peristiwa ini bermula saat para pelaku berencana mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sintetis. Namun, bukannya menemukan target, para pelaku justru menyasar para pelajar sebagai korban. 

Salah satu korban, V (16), dijemput paksa saat berada di warung dekat rumahnya. Disana, korban kemudian dibawa ke dalam mobil, diborgol, dan dipaksa ikut berkeliling. Di dalam mobil, pelaku menghubungi orang tua korban dan meminta sejumlah uang dengan dalih anaknya terlibat narkoba.

img_title Pengamanan Penyampaian Aspirasi di Jakarta, Polisi Tangerang Cegah Keberangkatan Pelajar

"Para pelaku melakukan intimidasi dengan mengaku sebagai anggota polisi, bahkan menggunakan atribut seperti borgol dan pakaian menyerupai aparat untuk meyakinkan korban," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, Kamis, 26 Maret 2026.

Selanjutnya, pelaku meminta sejumlah uang kepada keluarga korban hingga akhirnya mendapatkan uang sebesar Rp100 ribu.

img_title Setahun Laporan Pengeroyokan Tak Jelas, Perempuan di Tangerang Mengaku Berulang Kali Ditawari RJ

"Setelah berhasil melakukan aksi itu, pelaku melanjutkan tindakan serupa kepada dua pelajar lainnya dengan inisial Fh (16) dan Fj (15), dengan modus serupa. Keduanya dipaksa menunjukkan keberadaan seseorang yang dicari pelaku, sembari terus diintimidasi," ujarnya.

Para korban bahkan sempat dibawa berkeliling, diborgol di dalam mobil, dan diturunkan di jalan setelah permintaan uang tidak dipenuhi oleh keluarga.

"Untuk meyakinkan korban, para pelaku sempat membawa korban melintas di depan kantor polisi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat seolah-olah mereka benar anggota polisi, padahal semuanya adalah modus untuk menakut-nakuti korban," ucap dia.

Hingga akhirnya, aksi para pelaku terungkap setelah warga dan keluarga korban yang merasa curiga melakukan upaya pancingan. Saat para pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, warga langsung mengamankan mereka dan menyerahkan ke pihak kepolisian.

"Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa borgol, pakaian menyerupai atribut polisi, tanda pengenal, satu unit mobil, serta handphone yang digunakan dalam aksi pemerasan," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title