Banten Jadi Proyek Percontohan Pengawasan Dana Desa

Forkopimda dalam kegiatan optimalisasi program jaga desa
Sumber :
  • istimewa

VIVA Banten - Provinsi Banten ditunjuk sebagai proyek percontohan nasional dalam optimalisasi pengawasan pembangunan dan pengelolaan keuangan desa yang masuk pada Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).

img_title Kejaksaan Pantau Eksekusi Pengosongan Lahan Seluas 1.003 Meter di Kabupaten Tangerang

Di mana, program tersebut diinisiasi oleh jajaran kejaksaan yang diperkuat melalui sinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan organisasi desa.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, program Jaga Desa diharapkan mampu memastikan seluruh pembangunan desa berjalan transparan. Pengawasan yang melibatkan BPD serta organisasi desa seperti APDESI dan ABPEDNAS, akan memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran desa.

img_title Perkuat Koperasi Desa Merah Putih, Kemenkop Gandeng Kejaksaan dan Rekrut Tenaga Pendamping

"Alhamdulillah Provinsi Banten menjadi proyek percontohan dari kegiatan ini dan tidak terdeteksi kasus-kasus. Harapan kami program ini terus dioptimalkan dengan melibatkan BPD, APDESI maupun ABPEDNAS yang didampingi Kejaksaan untuk melakukan pengawasan pembangunan dan pertanggungjawaban pembiayaan di desa," katanya di Tangerang.

Pemerintah Provinsi Banten kini mulai ikut menangani pembangunan jalan desa melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera, dengan jumlah 1.238 desa.

img_title Plt Wakil Jaksa Agung Pastikan Barang Bukti Sitaan Dirawat agar Nilai Ekonomi Tidak Anjlok

Di mana, pembangunan infrastruktur desa dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen sekaligus Ketua Umum ABPEDNAS, Reda Manthovani menegaskan bahwa program Jaga Desa bukan bertujuan mencari kesalahan aparat desa, melainkan memperbaiki tata kelola pemerintahan desa.

Kejaksaan memanfaatkan sistem Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) yang terintegrasi dengan aplikasi Jaga Desa untuk memantau laporan penggunaan anggaran.

"Untuk memastikan laporan tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan, anggota BPD diminta melakukan pengecekan langsung terhadap pembangunan fisik di desa. Bukan untuk kriminalisasi. Kesalahan bisa saja ditemukan, tapi tujuannya untuk perbaikan tata kelola. Kalau memang tidak bisa dibina barulah dilakukan tindakan," ujarnya.

Ditambahkan, Wakil Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Aditya Yusma Perdana beberapa publik figur juga turut terlibat dalam program tersebut, seperti musisi Anji dan Charly Van Houten, karena telah terbukti aktif berkeliling desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Ada dua publik figur yang kita gandeng dan ABPEDNAS berharap kehadiran para duta tersebut dapat membantu memperluas sosialisasi program Jaga Desa sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pembangunan desa demi kemajuan Indonesia," ungkapnya.