Forum Rektor PTKIN dan Dirjen Pendis Kemenag Siapkan Peta Pendidikan Islam Nasional
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menggelar audiensi penting dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025. Pertemuan ini menandai langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan pengembangan PTKIN agar tampil sebagai kampus berdampak nasional, sebagaimana arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Audiensi tersebut dihadiri pimpinan PTKIN dari berbagai wilayah di Indonesia. Para rektor membahas sinkronisasi kebijakan antara perguruan tinggi dan Ditjen Pendidikan Islam. Tujuannya jelas, memastikan setiap langkah pengembangan PTKIN berjalan terukur, sejalan, dan saling menguatkan.
Ketua Forum Rektor PTKIN yang juga Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir, menilai audiensi ini menjadi ruang konsolidasi yang sangat krusial. Ia menyebut PTKIN menghadapi tantangan besar di tengah perubahan sosial, tuntutan dunia kerja, dan dinamika global yang terus bergerak cepat.
“Pertemuan ini digelar untuk menyelaraskan arahan Menteri Agama terkait penguatan pendidikan keagamaan Islam di PTKIN. Kami ingin memastikan seluruh kampus bergerak dalam satu visi yang sama,” ujar Masnun, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurut Masnun, tanpa kesamaan arah kebijakan, upaya penguatan PTKIN akan berjalan parsial. Karena itu, forum rektor mendorong adanya strategi bersama agar PTKIN tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan audiensi ini merupakan tindak lanjut konkret dari arahan Menteri Agama yang sebelumnya disampaikan dalam peluncuran tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2026.
“Audiensi ini penting untuk menjembatani gagasan strategis para rektor dengan kebijakan teknis Ditjen Pendidikan Islam, khususnya dalam mewujudkan PTKIN sebagai kampus berdampak,” kata Amin.
Amin menilai komunikasi intensif antara pimpinan PTKIN dan Ditjen Pendis menjadi kunci agar kebijakan pusat dapat diterjemahkan secara tepat di level kampus. Dengan begitu, transformasi PTKIN dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan mandat langsung kepada para rektor PTKIN untuk menyusun agenda strategis yang disertai aksi nyata. Fokus utama mandat tersebut adalah peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.