Soal Pengelolaan Sampah di TPA Rawa Kucing, Walkot Tangerang Minta Semua Pihak Berperan Aktif

Unit Pengolahan Sampah RDF Rawa Kucing
Sumber :
  • Sherly/viva

Banten VIVA - Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta adanya peran aktif semua pihak terkait dengan penanganan sampah. Hal ini, setelah ia bersama Wakil Wali Kota Tangerang, meninjau kondisi terkini Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Rawa Kucing, di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Luncurkan Program Perlindungan Sosial, Pemkot Tangerang Alokasikan Anggaran Hingga Rp999 Juta

"Kondisi disini tentu bukan suatu yang baik ya, karena setiap hari sampah masih terus masuk dan menggunung, kendati demikian Pemkot Tangerang bersama teman-teman Dinas Lingkungan hidup juga terus berjibaku agar sampah yang masuk ke TPA bisa terus diminimalisir," katanya, Rabu, 19 Maret 2025.

Ia juga menyoroti peran penting seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Sensasi Pedas Autentik di Rumah Sambal Seruit Hadir di Tangerang

Sehingga, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah dari sumbernya, sehingga dapat memudahkan proses pengelolaan sampah di TPA.

"Pengelolaan sampah yang baik membutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mewujudkan Kota Tangerang yang lebih bersih dan sehat," ujarnya.

312 Mahasiswa Kota Tangerang Terima Bansos Pendidikan Rp6 Juta Per Orang

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, bahwa saat ini komposisi sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing terbagi dua organik dan anorganik.

Untuk sampah organik mendominasi sebanyak 57.65 persen dari total sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing.

"Jadi kalau misal masyarakat bisa mengolah sampah organik tersebut dari sumber atau rumah masing-masing misal dengan mengoptimalkan kembali lubang-lubang biopori sampah yang masuk ke TPA juga pasti akan berkurang," ungkapnya.

Pemerintah Kota Tangerang pun saat ini tengah melakukan inovasi pengelolaan sampah sampah menjadi RDF. Di mana, hal ini merupakan langkah penting dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA yang saat ini sudah beroperasi dan berhasil mengolah sampah sebanyak 30 ton per hari.